Kabar itu dihembuskan Lembaga Studi Demokrasi (LSD) pimpinan Denny JA, Pilpres satu putaran. Tidak ada yang salah memang, Pilpres berjalan satu atau dua putaran. Asalkan, prosesnya berjalan dengan bersih, tanpa kecurangan. Toh, saya yakin semua pasangan siap menghadap satu putaran, sebaliknya ada yang tidak siap dengan pilpres dua putaran. Lanjutkan membaca ‘Akal-akalan Pilpres Satu Putaran’
melodi riuh rendah melodrama
sesungukan air mata tumpah
lebih mengiba dari bait film India
uuhhh…
gemuruh dibatin meluruhkan air mata
membadai logika yang sudah patah
lagi-lagi air mata
sukma merana payah
kembali mengiba
Jakarta,140609
Caesarean section, Ummi dan Rumaisha
Diterbitkan Juni 13, 2009 Curhat , Renungan , catatan , hikmah Leave a CommentAdalah suatu pilihan dan satu-satunya pilihan yang harus dijalani, menjelang penghujung malam, Minggu dini hari, 15 Juni setahun yang lalu. Tak ada kompromi atas sebuah tawaran yang bisa ditafsiri sebagai kalimat perintah. Dan, kububuhkan tanda tangan di beberapa lembar kertas, di pagi buta itu. Dengan air mata tentunya. Terlebih isteriku sebagai lakon utama dalam sebuah pertaruhan nyawa, hidup atau mati! Lanjutkan membaca ‘Caesarean section, Ummi dan Rumaisha’
di penghujung senyap
kau hampiri aku saat sayap merpati beku
helaan nafasmu semilir di telingaku
“ini aku” katamu
di penghujung senyap kau benami aku
setelah kau lumuri raga jiwa ku
“dengan cintaku,” ucapmu lagi
dan dipenghujung senyap daku terjaga
ooo jarak menghadirkan bayangmu
“ternyata ragamu begitu jauh,” batinku
Batavia,120609
Mie instant rupanya menjadi hal yang penting. Setidaknya bagi tim sukses SBY. Beberapa hari belakangan, melalui televisi iklan SBY dengan jingle iklan Indomie (dengan perubahan lirik tentunya) masuk ke rumah-rumah ratusan juta rakyat Indonesia, tak terkecuali di rumah lawan politiknya.
Mie instan, makanan yang ditemukan oleh Momofuku Ando pada 1958 memang cukup populer di negeri ini. Ia merakyat. Simpelnya, makanan yang harus direndam air panas ini dekat dengan kelas bawah. Toh meski dalam perjalananya, mie instant naik kasta, itu persoalan lain. Lanjutkan membaca ‘SBY dan Mie Instan’
Nurazman dan Cerita Penangkapan Salma
Dua bulan terakhir, masyarakat Jambi digemparkan dengan banyaknya manusia yang jadi korban keganasan harimau. Beruntung, setelah Salma, harimau yang diduga memangsa manusia, tertangkap, peristiwa yang sama kini tak terjadi lagi. Tapi tak banyak tahu siapa dan bagaimana proses evakuasi korban hingga tertangkapnya Salma. Lanjutkan membaca ‘Harimau Bernama Salma’
Semua pengguna internet pada demam. Sebabnya apalagi kalau bukan karena hasil temuan Mark Zuckerberg, Facebook. Kalau dulu chating dengan MIRC, lalu ada pula Yahoo Masanger, kini Fisbuk ato FB lagi mewabah. Akibatnya, sepengetahuan saya intensitas bloger untuk memposting tulisan di webblognya, anjlok. Lanjutkan membaca ‘Setelah Facebook, Apalagi?’
Juara di BPK, Ahhh Biasa!!!
Diterbitkan Februari 13, 2009 Tidak terkategori 2 CommentsTags: catatan, Curhat
Menjadi salah satu juara lomba penulisan yang digelar oleh BPK RI, sungguh diluar dugaanku. Mengharapkannya, tentu saja iya. Buat apa ikut lomba kalau tidak mengharapkan kemenangan. Tidak menyangka, karena tulisan yang ku kirim ketika ditulis tidak terfikir bakal diikutkan ke ajang tingkat nasional itu.
Bangga, tentu saja ada. Meskipun masih diurutan harapan ketiga. Bersyukur, Alhamdulillah Allah masih memberi nikmat mengingatkan agar si Deddy yang papa ini mensyukurinya. Lanjutkan membaca ‘Juara di BPK, Ahhh Biasa!!!’
Jakarta, Journalism Award tahun ini diberikan kepada enam orang wartawan media dengan kategori pemberitaan dan tiga media dengan kategori editorial, yang diselenggarakan di Auditorium gedung Wira Hadikusumah. Penghargaan ini merupakan apresiasi BPK RI kepada insan media yang telah turut berperan serta dalam menyebarluaskan informasi dan mendukung BPK RI dalam mewujudkan transparansi. Artikel-artikel ini datang dari berbagai media tulis baik daerah maupun pusat di seluruh Indonesia yang dimuat di media-media tersebut selama tahun 2008. Lanjutkan membaca ‘Journalism Award dari BPK’
Trowulan Telah Hancur Sejak Lama

candi Bajang Ratu yang menurutku begitu mirip dengan bangunan rektorat Universitas Brawaijaya
Bangunan tua yang terdiri dari susunan batu bata itu cukup menggodaku. Ia bukan rumah, bukan pula kediaman orang kebanyakan. Aku pun tak tahu apa namanya, selain yang kutahu itu merupakan candi. Yang ku tahu itu bagian dari situs Trowulan, bagian dari kejayaan kerajaan Majapahit lampau yang berada di kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Melihatnya, aku langsung teringat dengan bentuk bangunan rektorat tempatku berlukiah. Mirip. Candi itu tidak begitu tinggi, lurus dibawah lalu sedikit mekar diatas seperti bentuk atap yang kian mengicl diatas,berundak. Belakangan kuketahui bahwa candi itu bernama Candi Bajang Ratu. Ukurannya hanya 11,5 x 10,5 m2.
Sayang, hanya sekilas aku melihat candi yang menurutka cantik itu. Ya sekilas, itupun dari atas sepeda motor ketika aku melintas dari Mojokerto menuju Malang. Dan kini tiga tahun setelahnya, aku tak menyangka lokasi bangunan yang kulihat itu jadi pembicaraan hangat.
Sebabnya, apalagi kalau bukan pembangunan Pusat Informasi Majapahit (PIM) yang katanya untuk mengakomodir keinginan presiden SBY. Melihat derasnya pemberitaan proyek miliaran rupiah itu, jujur aku terenyuh. Terlebih ketika media menulis, mempertontonkan gambar hasil “vandalisme” dengan narasi yang “provokatif”.
Aku cukup tertarik ketika Kompas mengilustrasikan bagaiaman wajah situs seluas 11 x 9 kilometer persegi itu dimasa lampau. Pun begitu ketika Sigi 30 menit SCTV meneropong kerusakan situs akibat pembangunan PIM.
Tapi rupanya, perusakan cagar budaya itu telah berlangsung lama, bahkan sistematis. Mengutip Muhidin M Dahlan, kerani di Indonesia Buku dalam tulisannya yang dimuat di Jawa Pos, Minggu (18/1) lalu.
“Kalau tak percaya, datangi saja dua perpustakaannya: perpustakaan kabupaten dan kota. Dua perpustakaan itu menjadi cermin terbaik bagaimana sejarah Majapahit yang menaungi kota ini menjadi cerita yang telah kehilangan pukaunya.”
Ia melanjutkan, tapi di perpustakaan Mojokerto (kabupaten dan kota), kisah kejayaan Majapahit hanyalah puing-puing yang tiada berguna. —
Tiba-tiba suara parau novelis Ceko Milan Kundera mendengung: ”Jika ingin menghancurkan sebuah bangsa dan peradaban, hancurkan buku-bukunya; maka pastilah bangsa itu akan musnah.”









Katamu