Mie instant rupanya menjadi hal yang penting. Setidaknya bagi tim sukses SBY. Beberapa hari belakangan, melalui televisi iklan SBY dengan jingle iklan Indomie (dengan perubahan lirik tentunya) masuk ke rumah-rumah ratusan juta rakyat Indonesia, tak terkecuali di rumah lawan politiknya.
Mie instan, makanan yang ditemukan oleh Momofuku Ando pada 1958 memang cukup populer di negeri ini. Ia merakyat. Simpelnya, makanan yang harus direndam air panas ini dekat dengan kelas bawah. Toh meski dalam perjalananya, mie instant naik kasta, itu persoalan lain.
Karena itu, mungkin pesan dari iklan yang digarap Fox Indonesia ini adalah bahwa SBY sosok yang merakyat. Bahwa patron Partai Demokrat itu sudah jadi milik semua, tak memandang dari partai apa. Menurut Choel Mallarangeng, petinggi Fox Indonesia, iklan ini ingin menunjukkan betapa antusiasnya seluruh rakyat negeri ini dari Sabang sampai Merauke memilih SBY. SBY mie instantnya, pemilih, konstituen ya rakyat penyuka mie tadi.
Merakyat dan didukung banyak partai. Ia tercatat, sebagai capres termiskin. Kekayaanya jauh dibawah kandidat lainnya. Meskipun banyak yang menyangsikan kekayaan SBY yang dinilai cukup kecil bagi seorag presiden. Sekitar Rp 8,5 M.
Padahal sosoknya tampil begitu wah ketika mendeklarasikan diri bersama Boediono sebagai pasangan capres-cawapres di Sabuga, BAndung. Mulai dari pakaian yng dipesan di butik kenamaan, hingga desain acara yang benar-benar mewah. Meskipun harga pakaian itu bagi presiden suatu kewajaran, setidkya berbagai persiapan yang menyertai pendeklarasian itu telah mengekplorasi kemewahan.
Disokong banyak partai, benar adanya. Meskipun sejumlah tokoh partai pendukung SBY-Boediono lebih memilih duet lainnya. Tak heran, di iklan ‘mie instan’ dibunykan walau partainya berbeda, SBY presidennya.
Mungkin, itu yang ingin disampaikan Fox dengan mie instant ini. Tapi, yang namanya mie instant, toh pastinya instant alias cepat, yakni cepat khasiatnya. Hanya pengganjal perut untuk sementara waktu. Atau enak dilidah tapi minim gizi. Jadi, apakah SBY sama dengan mi instant, bahwa ia dicari hanya untuk pengganjal sementara, atau gizinya (baca: Program)tak bernas, kita tunggu saja!









lanjutkan
Penggunaan iklan mie instan pas sekali. mi cepat saji enaknya cuma lima menit setelah itu lembek melempem, takutnya pemerintahan bagusnya 5 tahun kemudian lembek dan melempem.