Adalah suatu pilihan dan satu-satunya pilihan yang harus dijalani, menjelang penghujung malam, Minggu dini hari, 15 Juni setahun yang lalu. Tak ada kompromi atas sebuah tawaran yang bisa ditafsiri sebagai kalimat perintah. Dan, kububuhkan tanda tangan di beberapa lembar kertas, di pagi buta itu. Dengan air mata tentunya. Terlebih isteriku sebagai lakon utama dalam sebuah pertaruhan nyawa, hidup atau mati!
Sementara ibuku, tak kalah mendukanya. Sebuah pilihan yang setahuku, dalam silsilah keluargaku juga isteriku, belum ada yang melakoninya. Caesarean section. Ku tanya pada mu kawan, khususnya yang telah memiliki isteri. Bagaimana perasaanmu menanti kelahiran anak pertama?
Tapi, ini bukan sekedar penantian. Ada gelisah dalam ketenangan. Penyebabnya, Caesarean section alias operasi cesar. Persalinan yang dilakukan dengan pembedahan. Aku jadi teringat dosen pembimbingku ketika kuliah dulu. Ia bercerita anaknya yang akan dioperasi. “Nggak tego lihat anakku didedel ngono,” katanya pada dosen pembimbingku yang lain. Saat itu aku ada bersama mereka.
Ya, siapa yang tega orang yang jadi bagian hidup kita, orang yang kita cintai di bawa ke meja operasi untuk sebuah prosesi yang nyawa menjadi taruhannya.
Tanpa didampingi aku, ibuku, sosok yang telah menahan sakit sejak siang itu didorong ke ruang operasi. Tangis kami jadi kalimat tanpa aksara. Bahwa aku mengatakan, “sabar”, “semoga Allah memberi kemudahan dan keselamatan”. Dan air mata isteriku seolah mengatakan, “Temani aku, doakan aku, doakan anak kita,”.
Caesarean section. Dengannya perut isteriku dibedah, untuk mengeluarkan sosok mungil lagi lucu yang kami namai Rumaisha Rachmawan. Kini, bekas sayatan sepanjang sekira 15 senti senilai Rp 15 juta itu menghiasi isteriku. Dan artinya, 15 Juni ini, genap setahun ia membersamai isteriku. Dan juga, genap setahun umur Rumaisha mengisi hari-hari kami berdua.
Peninggalan Caesarean section itu memiliki umur yang sama dengan Maisha. Kini, meski sudah bisa meniru, Rumaisha belum tahu jika dari sana ia dikeluarkan. Kelak, sebagai wanita ia akan mengetahui betapa tak mudah menjadi seorang ibu. Rumaisha, Ummi, Love u both….
13Jun09, Jakarta









0 Tanggapan ke “Caesarean section, Ummi dan Rumaisha”