6
Amatilah perawan-perawan lugu yang sedang ranumnya. Perawan yang meminta fatwa pada hatinya karena gelisah merajai. Gelisah yang hadir karena diundang ulah sendiri, bermain api dengan perasaan. Bukan hanya perasaan sendiri, tapi dua perasaan pria polos sekaligus yang dibuat terombang ambing di lautan harap.
Seperti itulah yang sedang aku alami. Aku gundah. Keresahan yang sempat mampir di bulan kedua ketika aku menekuni profesi ini. Kini di tahun kedua, resah itu kian membuncah.
Dulu aku mengabaikannya menganggap angin lalu. Tapi lantas aku sadar, ini penting karena menyangkut urusan rezeki. Halal dan haram. Dan kembali di atas sajadah ini aku kembali mengadu. Read the rest of this entry »






