RSS

Arsip Kategori: hikmah

Caesarean section, Ummi dan Rumaisha

Adalah suatu pilihan dan satu-satunya pilihan yang harus dijalani, menjelang penghujung malam, Minggu dini hari, 15 Juni setahun yang lalu. Tak ada kompromi atas sebuah tawaran yang bisa ditafsiri sebagai kalimat perintah. Dan, kububuhkan tanda tangan di beberapa lembar kertas, di pagi buta itu. Dengan air mata tentunya. Terlebih isteriku sebagai lakon utama dalam sebuah pertaruhan nyawa, hidup atau mati! Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by pada Juni 13, 2009 in catatan, Curhat, hikmah, Renungan

 

Ironi BLT

Pung Ut, Warga Miskin yang Tidak Tersentuh Program BLT

Tak Punya Penghasilan, Hidup Bersama Cucu Berusia 10 Tahun

Ai dan Saidin, sang cucuPung Ut (69) adalah potret buram negeri ini. Program pemerintah yang mengatasnamakan rakyat miskin, tak selalu tepat sasaran. Pung Ut adalah satu dari sekian banyak warga miskin di Kota Jambi yang tidak tersentuh bantuan langsung tunai (BLT) yang katanya diperuntukkan bagi warga miskin itu.

DEDDY RACHMAWAN, Pakuanbaru

Bedeng kayu tujuh pintu itu kondisinya cukup memprihatinkan. Atap sengnya berkarat dan bocor di sana-sini. Kayu-kayu, konstruksi bedeng di RT 02, Kelurahan Pakuanbaru, Kecamatan Jambi Selatan, itu pun tak kalah reot. Read the rest of this entry »

 
4 Comments

Posted by pada Mei 31, 2008 in Berita, catatan, hikmah, Renungan

 

Tangisan


TANGIS ABDURRAHMAN BIN AUF RA (Masuk Surga Dengan Merangkak)

Pada suatu hari, saat kota Madinah sunyi senyap, debu yang sangat tebal mulai mendekat dari berbagai penjuru kota hingga nyaris menutupi ufuk. Debu kekuning-kuningan itu mulai mendekati pintu-pintu kota Madinah. Orang-orang menyangka itu badai, tetapi setelah itu mereka tahu bahwa itu adalah kafilah dagang yang sangat besar. Jumlahnya 700 unta penuh muatan yang memadati jalanan Madinah. Orang-orang segera keluar untuk melihat pemandangan yang menakjubkan itu, dan mereka bergembira dengan apa yang dibawa oleh kafilah itu berupa kebaikan dan rizki. Ketika Ummul Mukminin Aisyah RHA mendengar suara gaduh kafilah, maka dia bertanya, “Apa yang sedang terjadi di Madinah?” Ada yang menjawab, “Ini kafilah milik Abdurrahman bin Auf RA yang baru datang dari Syam membawa barang dagangan miliknya.” Aisyah bertanya, “Kafilah membuat kegaduhan seperti ini?” Mereka menjawab, “Ya, wahai Ummul Mukminin, kafilah ini berjumlah 700 unta.” Ummul Mukminin menggeleng-gelengkan kepalanya, kemudian berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Aku bermimpi melihat Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak’.” (al-Kanz, no. 33500)

Renungkanlah, wahai orang-orang yang punya akal pikiran; Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak! Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by pada Mei 7, 2008 in Agama, hikmah, Renungan

 

Kaitkata: , ,

Harap yang Telat

Dimana harus kularung gelap

Sedang terang tak pernah datang

Ia malah lenyap ditelan gelap Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by pada April 13, 2008 in Agama, hikmah, Puisi, Renungan

 

Kaitkata: , , ,

Hikmah, MUslim dan Wartawan

Ada sebuah hadist, kurang lebih begini bunyinya “Sesungguhnya hikmah itu adalah hak setiap muslim. Maka dimanapun kamu menemuinya, maka kamulah yang paling berhak atasnya”. –Maaf, saya tidak tahu bagaiamana sanadnya-. Tapi saya yakin itu hadist shahih. Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by pada April 6, 2008 in Agama, catatan, Curhat, hikmah, Renungan

 

Kaitkata: , , , ,

Tanda-tanda Kekuasaan Allah pada Penciptaan Mata dan Telinga

Allah Subhaanahu Wata’aala melengkapi manusia dengan alat melihat, laksana pelita, pengawas dan penerang bagi tubuh. Allah menyusun bola mata dari tujuh tingkatan. Tiap-tiap tingkatan memiliki karakter, ukuran dan fungsi tertentu. Sekiranya salah satu tingkatan itu hilang atau rusak, niscaya mata tidak dapat berfungsi. Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by pada April 5, 2008 in Agama, catatan, hikmah

 

Kaitkata: , ,

Heboh Pernikahan Buaya dan Ular di Tanjab Timur (2-Habis)

Dilarang Masyarakat, tetap Siapkan Pelaminan

Resepsi pernikahan Nurhasanah binti Muhammad Aini yang berwujud buaya dengan H Basid bin Muhammad yang disebut berwujud ular mendapat reaksi beragam dari masyarakat. Tak sedikit yang menentang. Tapi, keluarga Aini bersikukuh tetap akan menggelar resepsi sesuai jadwal, Jumat (18/1). Bagaimana persiapan jelang resepsi pernikahan itu? Bagaimana pula proses lamarannya dilangsungkan? Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by pada Januari 19, 2008 in Agama, Berita, catatan, hikmah

 

Kaitkata: , , ,

Heboh Pernikahan Buaya dan Ular di Tanjab Timur (1)

Tulisan ini dibuat oleh rekan kerja saya. Di muat di surat kabar tempat ku bekerja jambi INdependent. Sebuah feature tentang pernikahan buaya dan ular. Itulah yang digembar-gemborkan orang tua si buaya. .Pernikahan yang mendobrak logika sehat, meruntuhkan nilai-nilai keagamaan?….

Akui Pernikahan Gaib, tapi Sebar Undangan

Selembar undangan mampir di meja redaksi Jambi Independent, akhir pekan lalu. Isinya: Menikah, Nurhasanah binti Muhammad Aini dengan H Basid bin Muhammad. Anehnya, Nurhasanah adalah seekor buaya dan Basid berwujud ular. Beragam cerita pun beredar, sampai ke hal gaib. Read the rest of this entry »

 
6 Comments

Posted by pada Januari 19, 2008 in Agama, Berita, catatan, hikmah

 

Kaitkata: , , ,

Janin : Tentang Perkembangan Manusia antara Iptek dan Al-Quran Part-2


oleh : Dr. Syarif Kaff Al-Ghazaal

 

Pembahasan Ilmiah

Alaqah berkembang menjadi mudhghah pada hari ke 24 samapi hari ke 26. Dan itu adalah waktu yang singkat jika dibandingkan dengan waktu perubahan dari nuthfah ke alaqah.
Dan perkembangan ini bermula dari kepala yang berbentuk somites (mirip bola) pada hari ke-24 atau 25. kemudian, bagian punggung/atas dari somites ini melengkung setahap demi setahap pada ujung janin. Dan pada hari ke-28 janin mulai terlihat bagian-bagiannya yang kelihatan seperti unta yang gemuk. Ia berputar dan berbola-balik di dalam rahim selama perkembangan ini hingga berakhir pada akhir minggu ke-6. Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by pada Desember 23, 2007 in Agama, hikmah

 

Kaitkata: ,

AHLUS SUNNAH, ANTARA PENGAKUAN DAN REALITA

Boleh-boleh saja setiap muslim mengaku dirinya sebagai Ahlus Sunnah wal Jama’ah, karena Ahlus Sunnah memang bukan monopoli perorangan atau kelompok tertentu. Bahkan pengakuan sebagai seorang Sunni merupakan bukti dari keinginan untuk berislam sesuai dengan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para shahabat. Tetapi tentunya tidak setiap pengakuan itu otomatis benar dan sesuai dengan fakta. Letak permasalahannya adalah pada standar dan karakteristik Ahlus Sunnah itu sendiri. Masih sangat banyak kaum muslimin yang tidak tahu kriteria, ciri-ciri dan karakteristik Ahlus Sunnah, sehingga tidak mengherankan kalau sebagian dari mereka ada yang mengatakan dirinya Ahlus Sunnah, namun ternyata menyelisihi sunnah dalam banyak hal. Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by pada Desember 23, 2007 in Agama, hikmah

 

Kaitkata: ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.