![]()
Aku adalah sarjana pertanian. Sarjana pertanian yang jadi wartawan. Sebuah pilihan? Karena aku memang suka menulis. Biarlah dengan ilmu pertanian yang ku miliki aku berladang kata-kata, menanamnya di ladang maya dan lembaran koranku yang berlembar-lembar. Menjadi apikal, terus tumbuh, subur.
Wartawan dalam empat kata, bagiku adalah: Sosok dengan sebelas lidah.
Lidahnya satu di mulut, sepuluhnya adalah jari-jari tangannya. YAng selalu menebar aksara di tuts keyboard komputer. Karena memiliki sebelas lidah itulah, terkadang ada cemas yang menghampiriku. Satu lidah saja susah menjaganya, apalagi sebelas. Repot…..

Tak terbayang olehku, wartawan kini menjadi profesiku. Kecuali semasa kuliah dulu. Saat-saat dimana dengan keluguan, minimnya ilmu dan segala keterbatasan tentunya, aku menjadi salah satu pendiri buletin kampus di almamaterku dulu. wartawan kampus. heheh..lucu rasanya menyandang prediket itu. Bahkan didapuk pula menjadi pimpinan redaksi.
Puas? KU pikir bukan itu pertanyaannya, puas? tentu saja tidak, karena semua masih jauh dari sempurna. Terlebih, kudengar kabar buletin yang kami beri nama APIKAl tak lagi tumbuh, bukan hanya tak tumbuh tapi malah gugur dan mati akhirnya. Berbanding tebalik dengan namanya yang berarti tunas yang bakal terus tumbuh.Ironis!!!
Aku adalah sarjana pertanian. Dapat isteri yang juga sarjana pertanian. Kami sama-sama ‘tersesat’ dari disiplin ilmu yang kami tekuni. Aku wartawan, isteriku seorang guru. tak punya bekal akta empat, kecuali mungkin bakat dari keluarganya yang semuanya guru. Bukan sarjana pendidikan, tapi menjadi pendiri sebuah kursus bahasa inggris di kota Apel sana. Aku sangat bangga padanya.
Aku adalah sarjana pertanian.









assalamualaikum.
ini merupakan kunjungan balasan. maaf terlambat.
Salam Kenal.
Saya juga harus banyak belajar. Ayo Kita saling belajar dan mengingatkan.
Ayo terus menulis.
wartawan sebuah pekerjaan yang membutuhkan pengorbanan yang tak sedikit…bersiap dengan dosa (karena ‘11 lidah’ itu belum tentu semuanya berkata benar), bersiap dengan ancaman (karena tak semua kebenaran yang kita ungkit itu bisa menyenangkan hati) dan harus bersiap hidup biasa…(karena wartawan yang jujur tak akan bisa jadi kaya raya hehehehe)…..Hebat….dan salut untuk pilihan hidupmu…..
bravo Dedi……!!!!
Sosok dengan Sebelas Lidah
Weleh-welleh….
Salam kenal juga Mas. Wah senang sekali bisa berkenalan dengan seorang jurnalis. OK, makasih atas kunjungannya ke gubug saya, hehehe
salam kenal mas..
tiga tahun di malang terus jadi sarjana pertanian itu toh? ngawur hehe..makasih dah mampir ke tempatku..aku masukkan di blogrollku ya? sekalian ajarin aku bagaimana cara menulis..setuju?
Monggo…setuju pool wes
Assalammu’alaikum warahmatullah
kunjungan balsan mas rachmawan
kayanya mas lebih cocok, soale aseli arek malang rek
yang di blogspot itu puisinya Sapardi Djoko Damono
wah mas sukses ya jadi wartawan, semoga bisa menuliskan kebenaran dengan sebenar-benarnya biar masyarakat tidak sesat informasi kaya sekarang
Salam
ya, kita seprofesi. sama-sama punya background agriculture, tapi berkiprah sebagai jurnalis. itu yang mempertemukan kita. hehe
salam kenal mas…
saya juga dari malang…
mmmmm… brawijaya., mt haryono, veteran, rektorat,…
jadi pingin maen ke malang lagi..
sukses untuk anda, dan jaga amanah menjadi wartawan yang berbicara dengan hati
salam masdhenk
Masdhenk dari Malang ya?
Brawijaya,
MT haryono ada Dian Swalayan, ada warnet..(mmm lali aku namanya),
Veteran ad Smooth cafe, heheh, rektorat temaptnya lari pagi sama bal-balan
Alow mas, akhirnya mampir juga di blognya mas rachmawan
Biar tambah rame gmn klo kita tukeran link di blog masing-masing.
Thx.
salam kenal..
Ngabsen di sini…! Salam kenal
selamat sang jurnalis…..
kunjungan balasan…
kayaknya kita nggak satu almamater deh, soalnya di UM nggak ada jurusan pertanian. dulu anak persma nggak ya? kalau iya dan apalagi gabung di PPMI, ya mungkin kita pernah saling kenal. ok, salam kenal…
QUATE:
_______________
“Wartawan dalam empat kata, bagiku adalah: Sosok dengan sebelas lidah.
Lidahnya satu di mulut, sepuluhnya adalah jari-jari tangannya. YAng selalu menebar aksara di tuts keyboard komputer. Karena memiliki sebelas lidah itulah, terkadang ada cemas yang menghampiriku. Satu lidah saja susah menjaganya, apalagi sebelas. Repot”
<———————-
O alah Ded… Iyo kalo ngetik mu pake 10 jari kalo’ 11 Jari alias… Telunjuknya Wae, Piye Ded……
He..he…he..
Bravo Ded, keep Blogin’ and dont never give up for to plant “crossing words”
weh, kita yang di daerah kan gak mo ketinggalan teknoloji men. teknolo-ji! he he he…. keep going bro. sip dah, nganten baru mah eunak tenan!!!
salam buat teman-teman yang hadir di web ini, maju terus… gapai dunia… salam hangat dari ranahminang….
wartawan kan juga petani Mas!
Dia mengolah dan mencangkul kata-kata!
Selamat!
Hoi budak jambi, apo raso punyo rang rumah? Enak kan. Eh, masih pegang halaman Budaya tidak? Kita masih merindukan untuk tampil di situ… he he he he he he….
salam hangat dari ranahminang
abdullah khusairi
Salam kenal. Terima kasih kunjungannya …
Kalau boleh tahu, wartawan di media apa mas?
kunjungan balik…trimakasih sdh berkunjung ke blog saya…
wartawan yah..hmm sbuah profesi yg dulu ingin saya geluti, tapi skrg stlh menekuni kuliah di bidang komunikasi, justru malah lbih tertarik ke bidang pendidikan, alias menjadi guru…
slamat berkarya..smoga sukses..
salam kenal. terima kasih telah mengunjungi saya.
Halah…. wong jambi ruponyo..
aku sampai trakhir pun masih tinggal di Beringin arah komplek guru, istri dan anak pun masih tinggal disana………..
salam kenal… dari Africa
wahh.. jambi? Salam kenal yo bang
halo pak wartawan!
wah wah wah
aku juga lagi kul di faperta nih…(another calon sarjana pertanian)..
boleh2, seru juga kayaknya buat blog anak2 jambi gitu
Salam Kenal…
Kami sedang membangun sebuah blogs kompilasi, di http://www.sebuahgudangtua.wordpress.com
Dapat kami jelaskan sebagai berikut:
Didalam blogs gudang tua ini anda dapat turut menampilkan segala bentuk karya anda, baik itu berupa cerpen, puisi, novel, opini, laporan perjalanan, dan lain sebagainya…
Setiap karya yang masuk akan kami tampilkan tanpa membedakan baik itu karya dari seorang penulis pemula maupun karya dari penulis ternama…
Jika anda berminat untuk turut berpartisipasi dalam http://www.sebuahgudangtua.wordpress.com ini, silahkan mengirimkan karya-karya anda disertai dengan profil/riwayat penulis ke redaksi gudang tua di: gudang_tua@yahoo.com atau sebuahgudangtua@gmail.com
Redaksi Gudang Tua tidak akan mengurangi atau menambahi sedikitpun isi didalam karya yang ditampilkan, namun segala karya tersebut sepenuhnya tetap menjadi tanggung jawab penulis.
Catatan: Karya yang dikirimkan diharapkan merupakan karya asli dari penulis
bang bolehkan kenal meski bukan bergelar sarjana atau bahkan tak sama sekali sekolah? hehehe………canda bang.
Salam kenal….
salam kenal.
saya juga salah seorang yang menyukai hal tulis menulis dan dunia wartawan. menurut saya dunia wartawan itu adalah dunia yang menantang dan memiliki kepuasan sendiri.
weleh,,,,,,,, pa dedi,,, bongko aku,,hahahaha,,
dadobe,,, hehehe,,
oh mas dedi ternyata wartawan juga toh… sukses slalu ya dalam menyuarakan kebenaran….
Enak ya di Graha Pena. kami entah kapan nich boss. Padahal profit sharing terima terus tiap tahun…..
Selamat sore Rachmawan, memang hidup itu misteri ( baca postingan saya terakhir ) kita tidak tau apa yang akan kita jalani kedepan. Satu hal yang perlu kita ingat apapun profesi kita mari kita senantiasa mencari ridhonya Allah senantiasa ikhlas menjalani hidup ini serta bersyukur atas nikmat yang Tuhan berikan, akan berkahNya dapat kita nikmati. Terima kasih pistingannya, Sukses untuk anda.
Regards, agnes sekar
Maju Terus Alumni Pertanian