Janin : Tentang Perkembangan Manusia antara Iptek dan Al-Quran Part-2


oleh : Dr. Syarif Kaff Al-Ghazaal

 

Pembahasan Ilmiah

Alaqah berkembang menjadi mudhghah pada hari ke 24 samapi hari ke 26. Dan itu adalah waktu yang singkat jika dibandingkan dengan waktu perubahan dari nuthfah ke alaqah.
Dan perkembangan ini bermula dari kepala yang berbentuk somites (mirip bola) pada hari ke-24 atau 25. kemudian, bagian punggung/atas dari somites ini melengkung setahap demi setahap pada ujung janin. Dan pada hari ke-28 janin mulai terlihat bagian-bagiannya yang kelihatan seperti unta yang gemuk. Ia berputar dan berbola-balik di dalam rahim selama perkembangan ini hingga berakhir pada akhir minggu ke-6.

Perlu juga disebutkan bahwa fase mudhghah memulai perkembangannya dengan perkembangan yang lebih berarti, ada penambahan volume ruang rahim secara berlipat-lipat. Mudhghah mulai kelihatan seperti sepotong daging, tidak kelihatan strukturnya, dan kemudian mulai pada perkembangan kedua yaitu perkembangan bentuk, mulai kelihatan beberapa organ: dua mata; lisan; (dalam minggu ke-4) dan dua bibir (pada minggu ke-5). Akan tetapi tidak jelas keadaannya kecuali diakhir minggu ke-8. Mulai kelihatan kedua tangan dan kedua siku pada perkembangan ini.

Pembahasan Menurut Al-Qur’an dan Al-Sunnah

Secara bahasa, mudhghah adalah zone tempat tumbuhnya gigi. Dan penamaan ini sangat sesuai dengan keadaan fase janin ini, sebab keadaan embrio ini seperti benda yang banyak kelok-kelok dan perubahannya terus-menerus dan kelihatan bagian-bagiannya, seperti kepala yang bulat (somites) dan selebihnya mirip dengan keadan gigi yang berjajar. Demikian juga, janin berputar-putar dan berbolak-balik di dalam rahim seperti berbolak-baliknya sesuatuyang di kulum di dalam mulut.

Adanya perkembangan mudhghah adalah setelah terjadinya perkembangan alaqah. Urutan ini sesuai benar dengan ayat Al-Qur’an:

فخلقنا العلقة مضغة (المؤمنون: 14)

Maka kami ciptakan mudhghah dari bahan ‘alaqah (Q.S. Al-Mu’minun: 14).

Diantara sifat mudhghah adalah bentuknya yang menanjang dan berubah-ubah bentuknya ketika berputa-putar dan berbolak-balik. Dan keadaan ini adalah sesuai benar dengan fase ini. Dan sebagaimana sudah kami sebutkan bahwasannya mudhghah mengalami perkembangan yang cepat sebelum terbentuk dan terciptanya bagian-bagian organ, dan perkembangan lainnya terjadi setelah terbentuknya organ tersebut. Hal ini sesuai dengan firman Allah:

يايها الناس إن كنتم في ريب من البعث فإن خلقناكم من تراب ثم من نطفة ثم من علقة ثم من مضغة مخلقة وغير مخلقة لتبيّن لكم ونقرّ في الأرحام ما نشاء إلى أجل مسمى. (الحج: 5)

Wahai sekalian manusia, jika kalian masih meragukan terjadinya hari kebangkitan, maka ketahuilah bahwasannya Kami menciptakan kalian dahulu dari tanah, kemudian dari nuthfah, kemudian dari alaqah, kemudian dari mudhghah yang sempurna penciptaannya dan mudhghah yang tidak sempurna penciptaannya agar Kami menjelaskan kepada kalian, dan Kami tetapkan di dalam rahim apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan. (Q.S. Al-Hajj:5)

Jadi, sebenarnya ada 2 buah perkembangan mudhghah: yaitu (i) mudhghah yang tidak sempurna penciptaannya dan (ii) mudhghah yang sempurna. Dan perkembangan ini berakhir pada minggu ke-6 (setelah 40 hari). Dan Imam Muslim sudah men-takhrij dalam shahih-nya sebuah hadits dari Abdullah ibn Mas’ud. Kata Abdullah ibn Mas’ud, “Rasulullah menceritakan kepada kami, dan Beliau orang yang jujur dan diakui kebenarannya, “Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptannya di dalam perut ibunya selama 40 hari, kemudian 40 hari lagi menjadi ‘alaqah, kemudian 40 hari berikutnya menjadi mudhghah, kemudian Allah mengutus satu malaikat, maka ia meniupkan ruhnya, dan menetapkannya dengan 4 ketetapan: (i) rizqinya, (ii) ajalnya, (iii) amalannya, (iv) kesusahannya atau bahagianya. Maka demi Allah yang tiada Dzat yang haq disembah kecuali Dia, sungguh diantara kalian benar-benar beramal dengan amalan ahlul jannah sampai tidak ada batas antara dirinya dengan jannah kecuali satu hasta, akan tetapi taqdir yang menyatakan lain telah mendahului dirinya, maka ia pun beramal dengan amalan ahli neraka, maka masuklah ia ke dalam neraka itu. Dan sungguh salah seorang dari kalian benar-benar beramal dengan amalan ahli neraka, sampai tiada batas antara dirinya dengan neraka kecuali satu hasta, akan tetapi taqdir yang menyatakan lain telah mendahului dirinya, maka ia pun beramal dengan amalan ahli jannah, maka ia pun masuk ke dalam jannah.

Dan ada penjelasan juga bahwa sebagian anggota badan Allah ciptakan sebelum itu, maka kedua mata dan lisan (pada minggu ke 4) diciptakan sebelum diciptakannya dua bibir (bibir diciptakan pada minggu ke 5). Dan penjelasan Al-Qur’an pun mendahulukan penciptaan dua mata dan lisan sebelum dua bibir. Allah berfirman:

ألم نجعل له عينين ولسانا وشفتين (البلد)

Bukankah kami menjadikan baginya dua mata dan lisan, dan dua bibir? (Q.S. Al-Balad)

Lalu, siapakah yang memberi kabar kepada Muhammad (SAW) tentang setiap data ini? Apakah Beliau memiliki alat yang bisa menjelaskan dan menampilkan data itu, mikroskop, untuk bisa menampilkan data tentang janin yang panjangnya tidaklebih dari 1 cm?? Dia-lah Allah yang Maha Perkasa. !!

*sumber Alsofwah.or.id

 

Satu pemikiran pada “Janin : Tentang Perkembangan Manusia antara Iptek dan Al-Quran Part-2

  1. Assalamu’alaikum..Jazakallah atas artikelnya..Tapi ada masalah neh..Dalam hadits di atas kan jelas (Shorih) bahwa fase nuthfah di dalam janin adalah 40 hri, kemudian alaqah 40 hari, kemudian setlah itu baru mudghoh selama 40.Berarti Mughoh terbntuk setlah lewat 80 hari, bukan 40 hari pertama seperti yg Anda paparkan..Mohon pencerahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s