Janin : Tentang Perkembangan Manusia antara Iptek dan Al-Quran

Part-1

oleh : Dr. Syarif Kaff Al-Ghazaal

Janin yang di dalam rahim adalah hasil percampuran antara sperma laki-laki dan ovum perempuan. Keduanyalah yang memiliki saham di dalam prosesi terjadinya janin. Demikianlah yang dikatakan pakar dari Italia, Spallanzani, pada tahun 1775M. Dan pada tahun 1783, Van Beneden menetapkan “kebenaran” teori ini. Demikian juga Boveri pada pertengahan 1888 – 1909 menyatakan bahwa kromosom terbagi-bagi dan masing-masing memiliki kekhususan-kekhususan yang akan menurunkan sifat dari pemilik kromosom tersebut. Dan Morgan pada tahun 1912 mampu memberikan batasan yang lebih rinci, yaitu bahwasannya sifat keturunan ada pada tempat khusus dalam kromosom. Demikianlah informasi yang ada yang sampai kepada kita, bahwasannya sejarah kemanusiaan tidak mengetahui bahwa janin terbentuk dari percampuran sperma laki-laki dan ovum wanita kecuali setelah melewati abad 18 masehi, bahkan hal itu tidak bisa dipastikan kebenarannya kecuali setelah memasuki awal abad 19 masehi.

Akan tetapi, ketika kita membuka-buka Al-Qur’an yang mulia dan sunnah Rasulullah, kita akan mendapati penjelasan rinci dan pasti, bahwasannya manusia tercipta dari “nuthfah amsaaj”(air mani yang bercampur). Allah berfirman:

إنا خلقنا الإنسان من نطفة أمشاج نبتليه فجعلناه سميعا بصيراً (الإنسان: 2)

“Kami telah menciptakan insan dari air mani yang bercampur yang kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), maka kami jadikan insan tersebut sebagai makhluk yang mendengar dan melihat. (Al-Insan:2)

Seluruh ahli tafsir sama ketika menerangkan “nuthfah amsaj”, yaitu air mani yang bercampur; air mani laki-laki dan air mani perempuan.

Dan hadits Rasulullah yang agung pun semakin menegaskan akan hal itu. Yaitu hadits yang di-takhrij oleh Imam Ahmad dalam musnadnya tentang seorang Yahudi yang sedang lewat disamping Rasulullah, dan dia sedang berbincang-bincang dengan sahabat-sahabatnya, maka berkatalah Quraisy, “Wahai yahudi, orang ini mengaku dirinya nabi. Maka Yahudi tersebut berkata, “Aku benar-benar akan menanyakannya tentang sesuatu yang tidak akan mengetahui jawabannya kecuali pasti ialah nabi. Wahai Muhammad, Manusia diciptakan dari apa?” Rasulullah bersabda, “Wahai Yahudi, manusia diciptakan dari nuthfahnya laki-laki dan nuthfahnya perempuan. Maka Yahudi tersebut berkata, “Memang demikian, nabi-nabi sebelummu pun mengatakan demikian”.

Sperma/Nuthfah

Data Ilmiah

Sperma terbentuk di dalam testis yang kemudian disempurnakan keadaannya sebagaimana disebutkan di dalam embriologi dan turun ke bawah untuk bertemu dengan ovum. Kemudian ia ke punggung dan turun ke perut bagian bawah pada minggu-minggu terakhir fase kehamilan. Air mani laki-laki dapat digambarkan sebagai berikut:

Air mani laki-laki yang berbentuk seperti kepala yang berbuntut yang selalu bergerak sampai terjadinya pembuahan, dan prostaglandin yang kemudian menempel di dinding rahim sehingga memudahkan dalam memindahkan sperma untuk bisa memasuki tempat pembuahan. Padahal, ada jutaan (500 – 600 juta) sperma yang terus memburu ovum, akan tetapi hanya satu sperma yang bisa memasuki dan membuahi ovum tersebut. Tentu saja, ini adalah hal yang sangat panjang dan lebar sekali bagi sperma untuk bisa mencapai tempat pembuahan di “uretrine tube” yang akan mengantarkan hal pembuahan ke rahim. Hal ini yang penuh dengan rintangan mungkin sama dengan perjuangan manusia untuk bisa mendarat di bulan.

Sesungguhnya spermatozoa terdiri atas 23 kromosom. Diantara kromosom tersebut ada satu kromosom yang membawa sifat genetik, terkadang (Y) atau (X). Adapun ovum maka kromosom jenis kelamin selalu (X). Kalau kromosom sperma jenis (Y) yang membuahi ovum, maka akan jadi laki-laki (XY). Akan tetapi jika kromosom sperma (X) yang membuahi ovum, maka akan jadi perempuan (XX). Maka yang mempengaruhi terjadinya gen/jenis kelamin (laki-laki atau perempuan) adalah sperma, dan bukan ovum !!

Gambar 3: Sel telur yang sudah dibuahi mulai membelah dalam beberapa jam (gambar diperoleh melalui mikroskop elektronik) Gambar 2: Dari ratusan sel sperma, hanya satu yang bisa membuahi ovum

Setelah melewati masa 5 jam setelah pembuahan, maka itu adalah masa pertama terjadinya sejarah kemanusiaan yang terdiri atas 46 kromosom, dimana ia mewarisi sifat-sifat genetik yang akan dia bawa ketika menjadi makhluk baru, dan sifat-sifat resesif yang tidak akan muncul, akan tetapi muncul pada sebagian anak-anaknya atau cucu-cucunya. Setelah fase ini, ovum yang sudah terbuahi ini membelah dengan cepat walaupun tidak merubah bentuknya dan terus bergerak-gerak di uretrine tube (organ penghubung antara rahim dan tempat indung telur.

Dan rahim adalah tempat berkembang dan sempurnanya janin sebelum lahir. Dan rahim memiliki keistimewaan-keistimewaan yang memang sangat aman untuk mengemban tugas ini. diantara sebabnya adalah:

  • Rahim terletak di dalam salah satu ruang perut yang besar, dengan temperatur suhu yang saling berkait dengan organ di sekitar rahim, dan juga memungkinkan rahim untuk bisa bergerak-gerak dan berkembang sampai ukurannya bisa berlipat lebih dari 100 kali lipat dari sebelumnya pada akhir kehamilan.
  • Tulang-tulang reproduksi dan melindungi organ rahim.
  • Hormon kehamilan (progesteron) terus mensuplai/membantu kekuatan rahim.
  • Sebagaimana janin berada di dalam rahim berputar-putar dan bergerak akan menghasilkan permintaan amniosia yang bisa dilakukan oleh janin, dan sekaligus menghalanginya terjadinya dampak dari gerakan-gerakan tsb bagi organ diluar rahim.

Fase ini terus berjalan di dalam rahim sampai mencapai hari ke-6, dan kemudian perkembangannya di dinding rahim sampai hari ke-15, dan kemudian memasuki “alaqah”.

Pembahasan Al-Qur’an tentang Nuthfah

Nuthfah, secara bahasa adalah cairan yang sedikit atau sepercik air. Dan ini berkaitan dengan air mani laki-laki yang berbentuk seperti hewan spermatozoa yang itu pun sebagian kecil dari jasad laki-laki. Spermatozoa terbentuk dari air yang hina (mani) dan kemudian menjadi spermatozoa (nuthfah).

Tentang hal ini, Aِllah berfirman:

الذي أحسن كل شيء خلقه، وبدأ خلق الإنسان من طين، ثم جعل نسله من سلالة من ماء مهين (السجدة: 7 – 8)

Dialah Allah yang telah membaguskan segala ciptaannya, dan proses awal penciptaan insan adalah dari tanah, kemudian dari saripati tanah yang berupa air yang hina (mani). (Q.S. Al-Sajdah: 7 – 8).

خلق الإنسان من نطفة فإذا هو خصيم مبين (النحل: 4)

Dialah yang telah menciptakan insan dari nuthfah, maka tiba-tiba jadilah ia pembantah yang nyata. (Q.S. Al-Nahl:4)

قتل الإنسان ما أكفره، من أي شيء خلقه، من نطفة خلقه فقدره (عبس: 17 – 19)

Celakalah manusia, apa yang menyebabkan ia kafir kepada-Nya, dari barang apakah ia diciptakan? Ia diciptakan dari nuthfah maka kemudian ditentukan taqdirnya (ketentuan tentangnya dalam segala sesuatu) (Q.S. Abasa: 17 – 19).

Dan sperma yang bercampur, sebagaimana firman Allah:

إنا خلقنا الإنسان من نطفة أمشاج نبتليه فجعلناه سميعا بصيراً (الإنسان: 2)

“Kami telah menciptakan insan dari air mani yang bercampur yang kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), maka kami jadikan insan tersebut sebagai makhluk yang mendengar dan melihat. (Al-Insan:2)

Perhatikanlah mu’jizat ini !!! Maka, secara lughawi (bahasa) nuthfah adalah kecil atau secercah/setetes yang menyendiri, akan tetapi susunannya berupa sesuatu yang bercampur (amsyaaj), dan ini adalah ovum yang dibuahi (dicampuri) oleh spermatozoa yang sangat kecil yang pada saat yang sama ia terdiri atas kromosom-kromosom sperma laki-laki dan kromosom-kromosom dari ovum.

Adakah seseorang memiliki gambaran bahwasannya sperma laki-laki ketika keluar dari kelaminnya dapat diketahui alur perubahan-perubahannya, akan laki-laki kah, atau perempuan ??! Akan tetapi Al-Qur’an telah mengatakan:

وأنه خلق الزوجين الذكر والأنثى، من نطفة إذا تمنى (النجم: 45 – 46)

Dan sungguh, Dialah Allah yang telah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan, laki-laki dan perempuan yang tercipta dari nuthfah ketika keluar dari kemaluannya (Q.S.; Al-Najm: 45 – 46)

Ketika air mani keluar dari kemaluan … Dan Allah telah menentukan segala hal yang akan terjadi pada calon janin tersebut, laki-laki atau perempuan!! Lalu, siapakah yang memberikan informasi kepada Muhammad (SAW) bahwasannya nuthfah seorang laki-laki terkandung dua jenis, yaitu X dan Y, dan jenis inilah yang akan kemudian menentukan genetika janin ? Padahal, hal ini belum diketahui oleh manusia kecuali setelah ditemukannya mikroskop elektronik pada beberapa abad yang silam !! Berdasarkan data di mikroskop elektronik itu-lah, baru diketahui bahwa gen laki-laki atau perempuan hanya ada di dalam nuthfah laki-laki dan bukan di ovum perempuan !! Ini artinya, kita pada awal abad 20 secara keseluruhan, tidak mengetahui bahwa gen laki-laki atau perempuan adanya pada nuthfah laki-laki. Akan tetapi Al-Qur’an yang mulia yang telah diturunkan Allah 14 abad yang silam sudah menegaskan akan hal itu dengan sangat jelasnya!?

Kita kembali kepada pembicaraan awal terjadinya pembuahan. Kami telah kemukakan bahwa sperma terbentuk di dalam testis dan kemudian disempurnakan keadaanya di dalam itu, sebagaimana kita dapati penjelasannya menurut embriologi. Kemudian sperma tersebut bertemu dengan ovum di bagian bawah lalu berpindah ke tulang punggung, kemudian turun lagi ke bagian bawah padafase-fase akhir kehamilan. Allah menegaskan tentang hal ini dalam firman-Nya:

وإذ أخذ ربك من بني آدم من ظهورهم ذريتهم (الأعراف: 172)

Dan ingatlah, ketika Rabb-mu mengeluarkan anak keturunan Adam dari tulang pungung mereka (Q.S. Al-A’raaf: 172)

Ini adalah penjelasan yang sangat gamblang, bahwasannya asal-mula keturunan manusia adalah diorgan tulang punggung sebagai tempat terbentuknya spermatozoa janin, Subhanallah yang Maha Mengetahui tentang ciptaan-Nya.

Dan terakhir, sebagaimana kami kemukakan sesunggunya rahim adalah tempat yang kokoh lagi aman dan mengamankan bagi perkembangan janin, dan memberikan proteksi terhadap janin dari berbagai hal yang mungkin terjadi. Kita mendapati AL-Qur’an sudah menerangkan akan hal ini dan menegaskannya sejak 14 abad silam. Allah berfirman:

فجعلناه في قرار مكين، إلى قدر معلوم، فقدرنا فنعم القادرون (المرسلات: 21 – 23)

Maka, Kami jadikan ia (manusia) di dalam tempat yang sangat kokoh lagi aman, sampai waktu yang sudah diketahui, maka kami tetapkan segala sesuatu kepadanya, maka sungguh Allah-lah sebaik-baik pembuat ketentuan (Q.S. Al-Mursalat: 21-23)
Sungguh, Maha Benar Allah yang Agung.

 

2 pemikiran pada “Janin : Tentang Perkembangan Manusia antara Iptek dan Al-Quran

  1. subhanallah….
    pembahasan2 seperti ini yg paling saya suka kalo mengkaji Islam..
    pembahasan secara ilmiah dan logika…
    gak cuma ngaci kuping atau dogma2 yg kadang2 gak masuk di akal

  2. Sungguh Maha Kuasa Allah SWT atas alam semesta ini. Dunia semakin maju iptek, semakin modern, atau kata orang sekarang ini iptek dapat merubah segala-galanya. Namun bila kita melihat bagaimana Allah menjadikan air mani bisa menjadi seorang manusia setelah bertemu ovum, sepertimya manusia harus kembali menerima dan mengakui kebesaran Illahi Robbi. Bayi tabung sudah berapa kali dilakukan oleh manusia ternyata tidak mampu melunturkan kebesaran Allah sebagai pencipta semua makhluk. Pertemuan dan pembuahan sel sperma dengan sel telur yang diizinkan oleh Allah saja yang bisa jadi manusia, itupun berapa masa hidupnya di dunia juga kita tak kuasa menentukan. Saya menulis ini pada hari Rabu 30 Juli 2008 bertepatan dengan Isro’ Mi’roj, semoga hati dan pikiran dapat saya pribadi bersama keluarga dan pembaca sekalian dapat diisro’ mi;rojkan oleh Allah SWT menjadi hambaNya yang selalu rindu akan ridhloNya. Amiiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s