Bulan: Mei 2008

Ironi BLT

Pung Ut, Warga Miskin yang Tidak Tersentuh Program BLT

Tak Punya Penghasilan, Hidup Bersama Cucu Berusia 10 Tahun

Ai dan Saidin, sang cucuPung Ut (69) adalah potret buram negeri ini. Program pemerintah yang mengatasnamakan rakyat miskin, tak selalu tepat sasaran. Pung Ut adalah satu dari sekian banyak warga miskin di Kota Jambi yang tidak tersentuh bantuan langsung tunai (BLT) yang katanya diperuntukkan bagi warga miskin itu.

DEDDY RACHMAWAN, Pakuanbaru

Bedeng kayu tujuh pintu itu kondisinya cukup memprihatinkan. Atap sengnya berkarat dan bocor di sana-sini. Kayu-kayu, konstruksi bedeng di RT 02, Kelurahan Pakuanbaru, Kecamatan Jambi Selatan, itu pun tak kalah reot. (lebih…)

Menanti Lahirnya Buah Hati

Jika Dia menghendaki, tak lama lagi bertambah satu tanggung jawab besar di pundakku. Tanggung jawab pertama yang aku hadapi. Menjadi seorang ayah, seorang bapak. Sebelumnya, aku belum dizinkan untuk menjadi seorang ayah.

Dokter memperkirakan, 6 Juni mendatang isteriku bakal melahirkan. Ini adalah anak keduaku. Anak pertama kami, meninggal dunia. Isteriku keguguran. Perkiraan kami, ia meninggal genap disaat ruh ditiupkan kepadanya, 40 hari ketiga di dalam kandungan. Untuknya, kuberi nama dia Hamzah. Semoga, ini menjadi pahala bagi kami. Amiin. (lebih…)

Tindak Lanjut Temuan BPK (2)

Baru Rp 456 Juta yang Disetor

Hanya Dua Temuan

yang Ditindaklanjuti

Sesuai Saran

KOTABARU – Hingga batas akhir waktu 60 hari yang ditetapkan untuk menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), kemarin (12/5), baru Rp 456 juta uang negara yang berhasil diselamatkan Pemkot Jambi. Jumlah itu jauh lebih sedikit dari temuan BPK Rp 1,6 miliar dana yang terindikasi merugikan negara.

Namun, Pemkot punya alasan yang cukup kuat soal kecilnya penyelamatan uang negara tersebut. Kepala Banwasko Zulkifli Yus mengatakan, dari jumlah Rp 1,6 miliar dana yang menurut BPK terindikasi merugikan negara tersebut, sebagian besar adalah temuan di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota, yaitu terkait pengerjaan RS Kota yang nilainya mencapai Rp 828 juta. (lebih…)

Tindak Lanjut Temuan BPK di Pemkot Jambi

Ratusan Juta Uang Negara Masih Menguap

Tindak Lanjut

Temuan BPK Ada

yang Belum Sesuai Saran

Batas waktu 60 hari bagi Pemda menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap belanja APBD tahun 2007 semseter II, jatuh hari ini (12/5). Hasil pemeriksaan itu diserahkan BPK kepada sejumlah pemda pada 12 Maret lalu. Untuk Pemkot Jambi, BPK RI Perwakilan Jambi memastikan sejumlah temuan mereka sudah ditindaklanjuti. “Tapi masih ada yang belum sesuai saran,” kata Erwin, Kepala BPK RI Perwakilan Jambi, Jumat (9/5) lalu. (lebih…)

Iron Man, James Bond Super Hero

Kombinasi Apik Bond, Robocop, dan Batman Begins


OTAK selevel Einstein mengantarkan Tony Stark kepada begitu banyak hal menguntungkan. Setelah lulus dari Massachusetts Institute of Technology dengan predikat summa cumlaude di usia 17 tahun, Tony mendirikan Starks Industries, perusahaan pembuat senjata api numero uno. (lebih…)

SMS Nomor Merah Makan Korban

Isu SMS merah, merebak. Secara cepat, pengaruhnya cukup masif. Ini nyata, korban akibat sms merah. Tapi, bukan karena sms merahnya. Korban shock, sesaat setelah menerima peringtan agar jangan mengangkat bila menerima SMS merah.  Penasaran?, silahkan baca, atau klik di jambi-independent.co.id

MUARABUNGO – Pesan singkat atau Short Message Service (SMS) yang menyatakan nomor kartu ponsel (hanphone/HP) yang bisa menyebabkan kematian akhirnya benar-benar makan korban. Malam tadi, Wartawan Jambi Independent di Kabupaten Bungo Riza S Bassar melaporkan, dua orang dilarikan ke RSUD Muarabungo setelah menerima pesan singkat yang juga disebut SMS nomor merah tersebut. (lebih…)

Tangisan


TANGIS ABDURRAHMAN BIN AUF RA (Masuk Surga Dengan Merangkak)

Pada suatu hari, saat kota Madinah sunyi senyap, debu yang sangat tebal mulai mendekat dari berbagai penjuru kota hingga nyaris menutupi ufuk. Debu kekuning-kuningan itu mulai mendekati pintu-pintu kota Madinah. Orang-orang menyangka itu badai, tetapi setelah itu mereka tahu bahwa itu adalah kafilah dagang yang sangat besar. Jumlahnya 700 unta penuh muatan yang memadati jalanan Madinah. Orang-orang segera keluar untuk melihat pemandangan yang menakjubkan itu, dan mereka bergembira dengan apa yang dibawa oleh kafilah itu berupa kebaikan dan rizki. Ketika Ummul Mukminin Aisyah RHA mendengar suara gaduh kafilah, maka dia bertanya, “Apa yang sedang terjadi di Madinah?” Ada yang menjawab, “Ini kafilah milik Abdurrahman bin Auf RA yang baru datang dari Syam membawa barang dagangan miliknya.” Aisyah bertanya, “Kafilah membuat kegaduhan seperti ini?” Mereka menjawab, “Ya, wahai Ummul Mukminin, kafilah ini berjumlah 700 unta.” Ummul Mukminin menggeleng-gelengkan kepalanya, kemudian berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Aku bermimpi melihat Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak’.” (al-Kanz, no. 33500)

Renungkanlah, wahai orang-orang yang punya akal pikiran; Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak! (lebih…)