Harimau Bernama Salma

Nurazman dan Cerita Penangkapan Salma

Dua bulan terakhir, masyarakat Jambi digemparkan dengan banyaknya manusia yang jadi korban keganasan harimau. Beruntung, setelah Salma, harimau yang diduga memangsa manusia, tertangkap, peristiwa yang sama kini tak terjadi lagi. Tapi tak banyak tahu siapa dan bagaimana proses evakuasi korban hingga tertangkapnya Salma.

Deddy Rachmawan, Kota Jambi

Di dalam kawasan hutan di Sungaigelam, Muarojambi, terdapat kanal-kanal kecil. Untuk menyeberanginya, cukup diletakkan sebuah perahu melintang. Dengan perahu itu, puluhan orang, mulai dari petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) hingga masyarakat, meyeberanginya.

Satu siang di pengujung Januari lalu, sebanyak 83 orang sibuk mencari sesuatu, yakni potongan tubuh manusia. Mereka menyeberangi kanal karena di salah satu tepinya terdapat bekas jejak harimau. Jejak itulah yang jadi petunjuk. “Dan ternyata potongan tubuh itu kami temukan sekitar 15 meter dari kanal,” terang Kasi Konservasi Wilayah 3 BKSDA Provinsi Jambi, Nurazaman, yang turut dalam evakuasi.

Sembari becerita, pria ramah itu seakan membawa Jambi Independent turut serta dalam pencarian. Di depannya sebuah laptop menampilkan foto-foto proses pencarian Salma. Slide itu jadi gambaran betapa mencekamnya proses evakuasi korban harimau, lebih-lebih ketika harimau menyerang.

Potongan kaki, isi perut korban, tampak terpisah dan berserak di semak-semak. Bahkan ketika itu seekor harimau berada sekitar empat meter di hadapan mereka. Antara harimau dan rombongan BKSDA, hanya terpisah rimbunnya semak-semak.

“Saya saja tidak tega melihatnya,” aku Nurazman siang kemarin (23/3). Berbekal koleksi foto itulah, pria 36 tahun tersebut menceritakan evakuasi korban dan penangkapan Salma. Awalnya, pria yang pernah bertugas di Taman Nasional Kerinci Nasional Seblat (TNKS) itu menyangka apa yang mereka lakukan di akhir Januari itu adalah kasus terakhir. Tapi dugaan itu meleset. Selang beberapa hari, kejadian serupa terulang.

“Itu kasus yang terbesar, sebab dalam rentang waktu yang dekat, jatuh korban hingga delapan orang,” kata Nurazaman. Sejak mendapat laporan adanya korban akibat serangan harimau, BKSDA bergerak cepat. Memang salah satu tugas balai konservasi itu menangani konflik antara hewan dan manusia.

Setelah jatuh beberapa korban, baru pada 11 Februari 2009 lalu seekor harimau ditangkap oleh tim bentukan BKSDA. Untuk penangkapan, BKSDA melibatkan berbagai pihak, termasuk sebuah LSM. “Ada 12 orang yang turun ketika penangkapan,” kata Nurazaman yang memberikan nama Salma kepada harimau tangkapan itu.

Memasang perangkap besi yang diberi kambing sebagai umpan dilengkapi sensor, tak serta merta harimau masuk perangkap. Rupanya raja hutan itu cukup pintar. Kambing dimakan, tapi ia tak kena jerat. “Baru pada hari kedua, harimau masuk dalam perangkap,” terang pria yang menjadi ketua tim tersebut.

Meski masuk perangkap, tim tidak langsung mendatangi. Mereka menunggu dari dalam mobil dengan siaga untuk beberapa waktu. Alasannya keamanan. Bisa saja harimau itu muncul berkoloni. “Saat kami temukan harimau di perangkap, ia sedang mengalami dehidrasi (kekurangan cairan tubuh). Tapi tetap saja ganas,” papar pria yang membawahi kawasan pantai timur Provinsi Jambi itu. Begitu didatangi, harimau langsung diguyur air berember-ember agar tidak menderita.

Soal penangkapan, Nurazaman angkat topi untuk timnya. “Mereka profesional, bekerja sesuai tugasnya, tidak ada yang over acting,” ujarnya memuji. Saat mereka turun mencari jejak dengan berjalan kaki, anggota tim yang dibekali senjata api berada di depan dan belakang. Tugasnya melindungi rombongan.

Toh, meski kerap keluar-masuk hutan, bukan berarti rasa takut tak menghampiri mereka. “Apalagi setelah melihat kondisi korban, rasa takut itu pasti ada,” akunya.

Nama Salma rupanya bukan sembarang nama. Awalnya Nurazman menamainya dengan panggilan “Temon”. “Tapi diprotes sama orang Jakarta,” tambahnya. Apalagi harimau itu berkelamin wanita.

“Akhirnya saya beri nama Salma. Itu singkatan dari Sawit Lahan Makin Grup, karena nangkapnya di sana,” ujarnya tertawa.(*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s