Bulan: Januari 2010

Madrasah Nurul Iman, Dulu dan Sekarang (2)

Alumninya dari Rektor hingga Mufti di Malaysia

DI TENGAH keterbatasan, Madrasah Nurul Iman terus bertahan. Dulu, di masa keemasannya, Nurul Iman pernah melahirkan alumni yang menjadi mufti di negri jiran Malaysia. Di Jambi, sejumlah rektor masuk dalam daftar alumninya.

Wallpaper bergambar jutaan umat Muslim sedang beribadah di Kakbah menghiasai ruang tamu kediaman Tarmizi Ibrahim. Ukurannya cukup besar, penuh menutupi salah satu dinding berukuran sekira 3×3 meter itu.

Di sisi dinding yang berhadapan dengan jendela terpajang sebuah spanduk putih 1×1 meter. Spanduk cetak itu berisi gambar-gambar wajah. Ada 40 foto wajah berwarna hitam-putih. “Itu di antaranya pendiri Nurul Iman. As’ad termasuk yang pernah mengajar di Nurul Iman,” tutur Tarmizi. (lebih…)

Madrasah Nurul Iman, Dulu dan Sekarang (1)

Dulu Santrinya Ribuan, Kini Ratusan

CUKUP beralasan bila daerah Seberang Kota Jambi bakal dijadikan kawasan wisata religi oleh pemerintah. Daerah di tepi Sungai Batanghari itu memiliki sejumlah pondok pesantren yang telah berdiri sejak lama. Satu di antaranya Madrasah atau Pondok Pesantren Nurul Iman.
Dua bangunan saling berhadapan. Kondisinya kontras sekali. Yang satu berkonstruksi kayu, sementara bangunan di depannya dari bata. Dua bangunan di Kelurahan Ulu Gedong, Kecamatan Danau Teluk, itu tak lain Madrasah Nurul Iman.

Matahari Jumat (4/9) belum tepat di atas kepala ketika mendapati sepi di bangunan berkonstruksi kayu bulian itu. Sekilas melihat, siapa pun yang melihat akan menyimpulkan bahwa bangunan itu sudah sangat uzur. “Ini masih asli seperti pertama dibangun,” kata Kepala Madrasah Nurul Iman Suhaili. Di bangunan itu tertulis bahwa bangunan berlantai dua itu dibangun pada 1915. (lebih…)

Terbitkanlah Surat Kabar

Seorang pejabat di Jambi berbincang pada seorang wartawan senior pada 2006. Petinggi di Provinsi Jambi itu bukan sedang berbicara pada tokoh pers lokal. Sang wartawan tak lain teman pejabat semasa kuliah dulu di Jakarta.

Pejabat itu meminta atau lebih tepatnya menyarankan, agar perusahaan tempat si wartawan bekerja membuat koran di Jambi. “Payah-payah wartawan di Jambi ini,” kurang lebih begitu perkataan pejabat yang ditirukan wartawan senior tersebut. Payah yang dimaksud merujuk pada perilaku, sifat negatif. Mulai dari wartawan bodrek yang suka memeras hingga budaya amplop, mungkin. (lebih…)