Razia Gigolo, Razia PSK Berani?

Untuk kali kesekian, film yang dibuat orang asing membuat heboh Indonesia. Sebelumnya, ada film Balibo yang dibuat orang Australia. Belakangan lembaga sensor film melarang pemutaran film tentang lima wartawan Australia yang tewas di Balibo tersebut.
Nah, teranyar apalagi kalau bukan Cowboys in Paradise. Saya sendiri belum melihat utuh film dokumenter itu. Saya masih melihat potongannya dari berita di tivi.
Masih dari berita, katanya film ini bercerita tentang gigolo di Pantai Kuta. Sampai-sampai, ada pengakuan isteri lelaki penghibur alias gigolo, alias lelaki tuna susila (LTS) bahwa ia merelakan suaminya tidur dengan tamu wanitanya.

Lalu, munculah reaksi. Utamanya dari masyarakat Kuta. Meski mereka meyakini gigolo itu bisa saja ada, tapi wisata Kuta tumbuh bukan karena gigolo. Begitu judul berita  yang saya kutip dari kompas.com. Alhasil, digelar razia para lelaki yang diduga berprofesi sebagai gigolo. Tak cukup, POlda Bali bahkan turut menyelidiki fim yang katanya telah merusak citra Bali itu.

Suatu yang manusiawi ketika masyarakat Kuta tersinggung atas isi film Cowboys in paradise. Meskipun, dengan kondisi Kuta, Bali yang jadi tujuan wisata itu, sangat-sangatlah mungkin tumbuh subur gigolo, PSK, WTS, atau bisnis esek-esek.

Tapi, jika benar masyarakat di sana meyakini gigolo itu ada mengapa tidak dari dulu di razia, ditertibkan. Toh, ada atau tidaknya film tadi, dengan sendirinya citra Kuta sudah tersematkan.

Malah, mengapa tidak ada razia PSK atau bisnis esek-esek yang ada di sana. Gigolo kah, PSK kah, toh mereka pelaku usaha yang sama, Jasa kenikmatan. Ah, mengapa hanya berani merazia gigolo.

Saya sepakat dengan Mas Imam Prasojo ketika ia dimintai komentarnya oleh globat tivi. Kurang lebih ia mengatakan, jika ingin menepis anggapan itu  harusnya buatlah citra positif. Caranya, menelurkan regulasi yang menolak hal tadi.

Salam anti gigolo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s