Bulan: Juni 2010

Jend Budi Gunawan (yang Diberitakan Tempo) Orang yang Dermawan

Berita rekening jumbo milik jenderal Polisi yang ditulis MBM Tempo sebenarnya bukan kabar yang baru. Bukan berarti menafikan Tempo, karena saya sendiri merupakan pembaca Tempo.

Kebetulan, satu dari enam jenderal yang disebut itu pernah bertugas di Jambi, Irjen Pol Budi Gunawan yang pernah menjabat Kapolda Jambi. Budi jadi Kapolda Jambi sejak Januari 2008. Soal rekeningnya yang maksi itu, media tempat saya bekerja pernah memberitakannya bulan lalu, termasuk sosok Budi Gunawan di mata sejumlah tokoh di Jambi. Saya hanya mencuplik kesan orang yang mengenal Budi Gunawan. Tentunya, tanpa bermaksud membela. (lebih…)

Iklan

Tak Ada yang Tahu Usia Kotaku

Saya sebenarnya bukan termasuk orang yang mengkhususkan hari jadi atau hari lahir. Tapi disatu titik, kita perlu memaknainya karena sejarah kita tertulis di sana.

Saya cukup senang sekaligus miris tatkala kota-kota di Indonesia merayakan ulang tahunnya. Senang karena kota-kota itu umurnya telah berbilang abad. Dan tentunya, sejarah mereka tercatat. Tapi rasa miris itu lantas menusuk diri saya yang terkenang dengan kota kelahiran saya. (lebih…)

Meminta Suara Orang Rimba

Seperti apa pendidikan politik itu? Juga, seperti apa pendidikan politik yang benar bagi  suku terasing? Saya bertanya-tanya begitu membaca berita ada ekspolitasi terhadap suku anak dalam (SAD) atau orang rimba pada pemilihan gubernur Jambi, Sabtu (19/6) lalu.

Sebanyak 12 orang suku yang termarjinalkan ini, harus berjalan jauh untuk menuju TPS. Mereka menuju TPS 04 di Desa Sungai Lingkat, Kecamatan Muaro Sebo Ulu, Batanghari. Mereka berasal dari pedalaman Taman nasional bukit duabelas (TNBD). (lebih…)

JK Di Mata Orang Jawa

Masih cerita setahun lalu, jelang pilpres 2009. Seperti sudah menjadi pakem, pemimpin negeri ini harus mewakili jawa dan luar jawa.

JK-Wiranto dinilai paling mewakili, JK dari represetasi luar jawa, wiranto sebaliknya. Tak heran, tag line pasangan yang dulu bernomor urut 3 ini, pasangan nusantara.

Tapi, pulau jawa menjadi sangat penting bagi tim sukses JK-Wiranto. Alasan sederhananya, suara Indonesia timur, utamanya Sulawesi sudah di tangan lantaran keberadaan JK.

Oh ya, ingat iklan buatan Johan foundation?. Iklan berisi testimoni sejumlah tokoh tentang sosok JK. Di sana ada Solihin GP (jabar), Sujiwo Tejo (seniman), Kwik Kian Gie.

Nah, jika itu versi visual, tim sukses di Institut Lembang 9, juga menggarap versi cetaknya. Hanya saja, kali ini tokoh yang diminta berkomentar adalah tokoh-toko Jawa. Sekali lagi, betapa pentingnya jawa.

Maka, ketika itu tim di Lembang 9 mulai mendata tokoh-tokoh jawa. Baik ‘jawa’ sebagai pulau, atau ‘jawa’ sebagai suku. Belakangan, ditetapkan yang memberi testimoni adalah mereka yang bersuku jawa.

Sebelum masa kampanye pilpres dimulai, naskah testimoni itu telah rampung. Rencananya, buku itu diberi judul ‘JK Di Mata Orang Jawa’. Buku itu bakal disebar ke pelosok tanah jawa, termasuk di luar jawa. Khusus luar jawa, sasarannya adalah daerah yang didominasi warga suku jawa.

Sayang, slogan JK-Wiranto lebih cepat lebih baik tak berlaku bagi proyek buku ini. Alih-alih menyebar, naskah batal berubah wujud. Meski naskah telah rampung, belakangan buku ini tak jadi dicetak.

Untuk mengingatkan, perolehan suara JK-Wiranto
Di Jawa Tengah hanya 8,6 persen, jauh tertingal ari SBY-Boediono yang mencapai 50 persen. Di Yogyakarta, hanya sekitar 10 persen. Padahal, JK dan Wiranto telah menggandeng Sri Sultan. Di Jawa Timur Cuma 9 persen, tertinggal jauh dari Mega-prabowo yang mencapai 31 persen.

Salam mengenang

Hasan Tiro, Jusuf Kalla, dan Aceh

Baru saja semalam saya membaca berita bahwa Hasan Tiro sudah melewati masa kritis atas sakit yang dideritanya. Baru tadi malam juga saya tahu ia kembali berstatus sebagai WNI. Tapi siang tadi, duka datang dari tanah rencong. Deklarator GAM itu meninggal dunia. Saya turut berduka dan berdoa, semoga beliau diterima di sisiNya.
Baru sekitar dua hari lalu saya ingin menulis tentang Jusuf Kalla, mantan wapres yang pada pilpres 2009 lalu maju sebagai capres. Tapi, saya belum menemukan angle tulisan.
Hasan Tiro, JK alias Jusuf Kalla, dan Aceh. Ketiganya punya pertalian. Bahwa JK adalah tokoh yang perannya tidak sedikit dalam menciptakan perdamaian di Aceh. (lebih…)