Tak Ada yang Tahu Usia Kotaku

Saya sebenarnya bukan termasuk orang yang mengkhususkan hari jadi atau hari lahir. Tapi disatu titik, kita perlu memaknainya karena sejarah kita tertulis di sana.

Saya cukup senang sekaligus miris tatkala kota-kota di Indonesia merayakan ulang tahunnya. Senang karena kota-kota itu umurnya telah berbilang abad. Dan tentunya, sejarah mereka tercatat. Tapi rasa miris itu lantas menusuk diri saya yang terkenang dengan kota kelahiran saya.

Hari ini, 23 Juni, misalnya, Kota Pekanbaru berusia 226 tahun. Sehari sebelumnya, 22 Juni, ibukota republik ini yang berulang tahun. Jakarta merayakan hari jadinya ke-483. Semakin tua, justru semakin cantik dan menggoda.

Tapi, kota saya, Kota Jambi saya tidak pernah tau kapan kota ini terbentuk. Bukan hanya saya, tanyakan saja para pejabatnya dari Gubernur hingga walikota, atau orang-orang yang disebut ahli sejarah di Jambi, saya yakin mereka juga tidak tahu.

Yang ada, justru ulang tahun pemerintah kota Jambi atau pemerintah provinsi Jambi. Padahal, tentulah dua hal berbeda antara hari jadi pemerintah dengan kota itu sendiri.

Pemkot Jambi baru merayakan ulang tahun ke-64 pada 17 Mei lalu. Wajar saja, seorang budayawan Jambi mengatakan, jika buminya pahlawan Sultan Thaha ini telah kehilangan identitas. Bahkan, tidak kenal dengan dirinya sendiri.

Hari jadi, hanya bagian kecil dari kepingan sejarah negeri jambe yang hilang. Masih banyak khasanah negeri ini yang juga tak tecatat sejarah juga oleh ingatan.

foto:tribunjambi/aldino

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s