Bulan: Juli 2010

Rusaknya Situs Candi Muaro Jambi

lokasi situs yang tegerus. ft hendri dunan/tribun jambi

Saya tak habis pikir ketika melakukan editing sebuah berita yang dibawa teman wartawan. Sebuah kegiatan pengerjaan jalan sedang berlangsung di dalam kompleks situs candi Muaro Jambi, sebuah situs candi yang ada di Provinsi Jambi yang lebih luas dari kompleks candi Borobudur. Bahkan, disebut-sebut sebagai kawasan candi terluas di Asia Tenggara.

Memori saya langsung teringat akan proyek pusat informasi majapahit (PIM) yang kontroversi itu. Belakangan kegiatan itu dihentikan setelah menuai derasnya sorotan, meskipun sejumlah bagian penting dari situs yang ada di Trowulan itu rusak. (lebih…)

Cerita Dongeng untuk Anda

Betapa sering dulu saya mendengar, melihat, melalui televisi utamanya, orangtua yang mendampingi buah hatinya tidur.

Bukan hanya menemani begitu saja tentunya. Mereka mendongeng. Entah itu dengan sebuah buku, atau cerita yang telah dihapal di luar kepala. Saya yakin, Anda juga pernah menjumpai ini bukan? Kelak, bila Anda melakoninya, ah, momen yang sangat indah ternyata. Tapi, bila jenuh melanda, siapkanlah rasa sabar yang lebih. (lebih…)

JK Juru Damai Peradi-KAI

Melihat berita siang ini, dua kali saya dibuat terkejut. Pertama soal Tomohon.
Kedua, soal ricuh aksi massa Kongres Advokat Indonesia (KAI) di gedung MK.

Padahal, setahu saya baru akhir bulan lalu, dua organiasai advokat, Peradi dan KAI, ini dipertemukan di MA. Mereka menandatangani nota kesepahaman untuk menyepakati wadah tunggal.

Ketika itu, Ketua Mahkamah Agung Harifin Tumpa resmi menyatukan organisasi advokat dalam satu wadah, Peradi.

Eh, rupa-rupanya acara ‘sakral’ ini pun nyaris ricuh. Beberapa pengacara dari dua kubu ini terlibat adu mulut, bahkan abarnya hampir terjadi baku hantam. Waduh-waduh.

Nah, tadi aksi massa KAI di gedung MA, kembali ricuh.

Saya jadi terkenang masa setahun lalu. Ingatkan, jika setahun lalu musim pilpres. Yang saya ingat, siapa lagi kalau bukan JK. Ya, Jusuf Kalla, bukan JK bin parodi alias Jarwo Kuat.

Kalau Anda menyaksikan sejumlah debat capres kala itu, tentu akan mendapati ini. Dalam satu debatnya, JK ditanya soal kisruh antara Peradi dan KAI.

Ingat JK bilang apa? “Selesaikanlah sendiri, masak advokad yg lihai mengatasi masalah orang kok gak bisa menyelesaikan masalah sendiri.” Begitu kalau tidak salah ingat.

Mencermati setahun lalu, seharusnya mereka yang berselisih malu. Toh mereka adalah orang yang paham hukum. Apa perlu JK turun mendamaikan mereka. Masak sih, JK yang dikenal sebagai juru damai Aceh, harus turun tangan.

Yang Diuntungkan Atas Aksi Deddy Corbuzier

Mentalist Deddy Corbuzier tampaknya tak seberuntung Paul si gurita. Walau tebakannya menuai kecaman pendukung kesebelasan yang ‘dikalahkannya’, tapi Paul tetaplah Paul si gurita. Toh ia hanya hewan, meskipun ‘dianugerahi’ kelebihan yang menurut saya lebih kepada suatu kebetulan semata.

Tapi lihatlah Deddy. Beberapa kali aksinya menimbulkan kontroversi yang lebih kepada negasi kemampuan, keandalan mentalis yang didapuk sebagai master mentalist itu. Teranyar, tentunya aksi dia menebak juara Piala Dunia sekira sebulan lalu. Tebakan yang ia tulis dalam selembar kertas yang lalu disimpan dalam sebuah peti tergembok. (lebih…)