Pulau Berhala dan Pedagang Penjelajah Laut

Anda yang membayangkan Pulau Berhala adalah pulau yang sepi, tak ada penjual makanan atau warung baiknya segera bekunjung ke sana. Buktikan, bahwa dugaan Anda meleset.

BERTERIMAKASIHLAH pada pedagang penjelajah laut. Mereka rela menghadapi ombak demi meraup rezeki di Pulau Berhala sembari memenuhi kebutuhan logistik pengunjungnya.

Mereka adalah pedagang dari luar Berhala. Umumnya mereka adalah warga Provinsi Jambi di sekitar pulau eksotik ini, dari Nipah Panjang dan Sadu. Bahkan dari Kota Jambi pun ada. Mereka datang memboyong dagangannya ke Berhala.

Potret itulah yang sepekan ini tampak di sana. Even Lingga Fishing Festival (LFF) yang diadakan oleh Pemkab Lingga telah menarik mereka sekalipun harus mengarungi lautan.

Namanya Magdalena atau akrab dengan sapaan Lena. Ialah pedagang penjelajah laut yang paling jauh domisilinya. Warga Kelurahan Talang Bakung, Kota Jambi ini bersama 11 rekannya dengan mencarter pompong memindahkan warung makannya ke Pulau Berhala.

Sudah dua tahun terakhir boyongan dagangan itu dilakoni pemilik usaha katering tersebut. Momentum Hari libur, Idul Fitri, Idul Adha, tahun baru adalah waktu yang teramat sayang bagi Lena bila tak dilewatkan di Berhala.

“Kalau Lebaran bang, ramai nian,” ujar Lena sekaligus memberi penekanan di kata “ramai” seolah menegaskan, saat-saat tersebut Pulau Berhala menjadi magnet pengunjung.

Aneka penganan, camilan, mi instan, buah-buahan mereka angkut. Batu es balok tak luput. Agar tahan hingga 3 hari, balok es itu mereka masukkan dalam box fiber seperti yg biasa digunakan nelayan untuk menyimpan ikan. Kompor minyak tanah, tabung gas dan kompornya dan peralatan masak tak luput dibawa serta.

Lena tahu akan even LFF sedari idulfitri lalu ketika ia berjualan di Berhala. Even LFF di Berhala tahun ini diikuti 160 peserta dari berbagai daerah.

Sekalipun kalah  ramai dibanding pengunjung saat Lebaran itu bukan penghalang Lena. Ya namanya orang jualan Bang,” katanya kepada Tribun, Kamis (13/10).

Lena bercerita, saat Idulfitri lalu, ia sudah ada di Berhala sejak H-2, dan baru pulang memboyong dagangannya kembali pada H+4. Kendati tak menyebut laba yang didapat, namun serignya ia menggelar dagangan di Berhala menunjukkan itu merupakan pundi rupiah yang saying untuk tak diambil.

Bersama Lena, saudara dan keluarganya yang laki-laku pun turut serta. Mereka menjual pakaian di sebelaha lapak Lena.

Sulaiman, warga setempat mengatakan, bila ada keramaian, warga akan ramai-ramai membuka lapak dagangannya. Itu menandakan banyaknya pembeli dan keuntungan yang bakal didapat.

Pengamatan Tribun selama dua hari di pulau yang eksotik itu, ada beberapa pedagang yang sengaja datang dari luar mencari peruntungan. Mulai dari penjula batu cincin, buah-buahan hingga warung makan.

Seorang ibu yang menolak namanya ditulis mengatakan, ia sejak lama tahu ada even memancing tersebut. Makanya saya datang ke sini,” kata perempuan yang tinggal di Nipah Panjang itu.

Di kedai sederhananya, ia menjual minuman kaleng, minuman botol, dang makanan semisal mi goring hingga soto. Berjualan di Berhala bukan kali ini saja dilakoninya.

Pada akhirnya, jika Berhala mampu dihidupkan Pemprov Jambi dan Pemkab Tanjabtim, otomatis akan membantu perekonomian warga setempat. Bukan hanya hasil tangkapan di laut, kelak mereka bisa mencari penghidupan seiring banyaknya pengunjung di pulau itu. (*)

Tulisan saya ini sudah diterbitkan di Tribun Jambi

Pulau Berhala (1) Perjalanan Uji Nyali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s