Menggandeng Self Publishing dan Komunitas Entrepreneur

Kemandirian kolektif warga suatu negara, yakinlah ia mampu menjadikan negara tersebut mandiri pula. Semakin banyak warganya yang produktif, setidaknya itu mengurangi salah satu penghambat pertumbuhan ekonomi yaitu pengangguran di satu sisi. Di sisi lain, itu akan pula menggenjot sektor konsumsi yang masih jadi penopang tumbuhnya ekonomi di negeri ini.
Sebagai contoh, korelasinya semisal pada sektor ekonomi. Ketika dunia usaha bertumbangan, sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) justru bertahan dan mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Mengaitkan kemandirian bangsa dengan produk perbankan, sejatinya sangat bisa untuk disinergikan. Kuncinya adalah memberdayakan resource pada perbankan lalu mengawinkannya dengan resource pada sektor dimaksud.
Dan itu sesungguhnya dipunyai Bank Mandiri. Hanya saja, sector ini –sebut saja begitu- sepertinya luput dari perhatian. Apa itu?

Coba lirik situs toko online atau e-commerce Bank Mandiri tokone.com. Masalahnya, karena ini bukan core business, ia tak tergarap secara maksimal layaknya online shop yang lain. Padahal dari situs belanja dunia maya ini, bank bisa meraih fee based income.

Seperti dirilis Kontan, bahwa Bank Mandiri membidik perolehan fee based income dari kartu kredit sebesar Rp 1,2 triliun pada 2012. Toko online inilah yang sesungguhnya bentuk ekstensifikasi pasar. Setidaknya Mandiri menargetkan transaksi kartu kredit senilai Rp 50 miliar per bulan bisa disumbang melalui tokone.com.

Itu potensi yang dimiliki bank BUMN dengan aset terbesar tersebut. Adapun di sisi lain, adalah maraknya usaha penerbitan jalur indi atau self publishing. Penerbit diluar mainstream ini malah lebih getol menjalin komunikasi dengan pasar, utamanya melalui jejaring sosial ketimbang penerbit arus utama.
Self publishing menjadi jembatan bagi para penulis yang ingin menerbitkan buku. Pola yang dipraktikkan adalah penerbit menyerahkan kepada usernya dalam hal jumlah produksi buku, disesuaikan dengan anggaran yang ia mampu.

Nah, adapun peran perbankan di ranah ini adalah sebagai jembatan antara penulis yang hendak menerbitkan buku dengan pihak penerbit. Bank Mandiri bisa tampil dengan memberikan kredit kepada calon penulis itu. Dana itulah yang nantinya digunakan sang calon penulis untuk memproduksi bukunya di penerbit independen tersebut.

Seiring dengan itu adalah, bagaimana bank menjadikan penerbit tersebut sebagai merchant. Nantinya, buku yang diterbitkan itu ditawarkan pula di portal http://www.tokone.com. Ringkasnya, pola kerjasamanya adalah seperti itu.

Bila ini tergarap dengan tersistematis dan ter-branding dengan baik bukan mustahil akan menjadi besar. Besar dalam arti pasar dan juga efeknya. Ketiga pihak akan sama-sama diuntungkan.
Itu soal sinergi di dunia penerbitan. Sinergi lainnya bisa pula dilakukan Bank Mandiri dengan menggandeng komunitas entrepreneur. Sekarang semakin banyak saja seminar tentang jalan cepat menjadi pengusaha yang digelar oleh motivator,pengusaha muda dan komunitas wirausahawan tersebut.

Yang umum dilakukan dalam seminar ini adalah, mendoktrin peserta untuk berani membuka usaha sembari memberi “kulit-kulit” tips memulai usaha. Adapun untuk pendalaman, akan ada kelas intensif sebelum akhirnya peserta berani membuka usaha sendiri.

Saya yakin, mereka yang ingin lepas dari kuadran kiri ke kuadran kanan tak semuanya memiliki modal rupiah yang cukup untuk memulai. Maka di sinilah Bank Mandiri mengambil peran dengan memberikan kredit. Toh pada akhirnya, para mentor mereka tetap akan mengarahkan perbankan adalah solusi.

“Anda susah akan sukses bila tanpa permodalan dari perbankan.” Begitu kurang lebih ucapan seorang mentor seminar wirausaha yang pernah saya ikuti.

Menjemput bola dengan menjalin kerjasama kepada komunitas entrepreneur saya kira adalah langkah yang bisa dicoba. Boleh jadi ini dikawinkan dengan program Wirausahawan Mandiri.

Begitulah, pada akhirnya bila hal di atas terwujud fungsi intermediasi perbankan berjalan. Dan para penulis,pengusaha muda terlahir. Merekalah kelak akan membentuk pasar-pasar baru yang pada ujungnya menggairahkan perekonomian Indonesia.

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari http://www.bankmandiri.co.id dalam rangka memperingati HUT Bank Mandiri ke-14. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan.“

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s