Dokter (di) Pilwako Jambi

Adalah suatu keberuntungan sejarah -sebutlah begitu- bagi Bambang Priyanto. Ia tiba-tiba turut meramaikan bursa calon Wali Kota Jambi lima tahun silam. Dan ia menang bersama Sum Indra sebagai wakilnya.

Ia yang seorang dokter, memang sudah populer di Kota Jambi. Tapi tidak di dunia politik praktis, kendati ia ada di PDIP. Namanya nyaris tak pernah muncul dalam konteks politik.

Lalu, semua berubah. Senin sore, 16 Juli 2007. Setahun sebelum Pilwako Jambi pertama yang melalui pemilihan langsung digelar. Senin sore itu adalah mula berubahnya peta politik Kota Jambi. Wakil Wali Kota Jambi Turimin, meninggal dunia setelah sempat dirawat di RS Dr Bratanata (DKT). Bambang pun mendapatkan momentum.

Tentu saja peta politik di Jambi ketika itu berubah diluar prediksi, sebagaimana tak disangka-sangkanya bahwa begitu cepat Turimin pergi. Unpredictable. Turimin yang ketika itu Ketua DPD PDIP Provinsi Jambi punya kans kuat untuk memenangi Pilwako Jambi.

Ada beberapa alasan yang mendasari kuatnya peluang mendiang Turimin melenggang ke kursi BH 1 AZ. Ia adalah petahana. Duetnya dengan Arfien Manap sebagai wali kota dinilai ideal. Setidaknya, selama keduanya menjabat pembangunan Kota Jambi terlihat dan situasi politik relatif tanpa gejolak. Kedua, sosok Turimin memiliki massa loyal dari suku Jawa yang jumlahnya di Kota Jambi tidak sedikit.

Maka ketika Turimin berpulang, perlu sosok yang dinilai mampu mengikat suara suku Jawa. Dus, tersebutlah Bambang Priyanto yang ketika itu menjabat salah satu wakil ketua di PDIP Jambi.

Kemudian politik pun menunjukkan bahwa hanya kepentingan yang abadi, tidak bagi kawan dan lawan.
Bambang yang PDIP, akhirnya justru berduet dengan M Sum Indra yang tak lain kader Partai Amanat Nasional (PAN). Keduanya lantas diusung PAN, PPP, juga PBB dan PKB. Hasilnya, Bambang-Sum dengan nomor urut 3 meraup sekitar 98.180 suara setara dengan 43,6 persen.

Sementara PDIP mengusung Zulkifli Somad-Agus Roni nomor urut 1 dengan sekitar 27.533 suara (12,23%). PAN dan PDI ketika itu seolah bertukar kader. Zulkifli Somad yang PAN justru diusung PDIP.

Pasangan lainnya, Pasangan nomor urut 4 Asnawi-Nuzul Prakasa yang berperahu Partai Golkar dan PKS meraih sekitar 77.043 suara (34,22 persen), Sutrisno-Effendi Hatta bernomor urut 2 dari Partai Demokrat dengan sekitar 22.405 suara (9,95%).

Kejutan politik. itulah frase atas hadir dan menangnya pasangan Bambang-Sum. Kini cerita serupa berulang. Bambang-Sum yang pecah kongsi tak melanjutkan duetnya. Tapi lagi-lagi tiba-tiba saja muncul sosok yang selama ini tak riuh di dunia politik praktis lantaran ia seorang PNS. Dan ia pun seorang dokter. Dr Maulana, PNS di Dinas Kesehatan Kota Jambi yang belakangan di-nonjobkan dari jabatannya.

Demikian halnya lima tahun lampau, kini Sum Indra kembali menggandeng dokter. Bukan Bambang melainkan Maulana. Bambang justru disandingkan dengan Yeri Muthalib berperahu PKS, PKB dan PPI. Padahal Bambang juga Yeri bukan kader dari partai tersebut!

Mengenai sosok dokter sebagai pendampingnya, dalam beberapa kesempatan Sum Indra memberikan pernyataan senada. Latar belakang dokter akan kian klop berpasangan dengannya yang berlatar belakang akademisi.

Lalu, pertanyaannya hadirnya Bambang yang seorang dokter sebagai Wali Kota Jambi membawa perubahan apa terhadap sektor kesehatan di kota berslogan tanah pilih psako betuah ini? Banyak indicator yang harus dilihat. Misalnya, dana yang dianggarkan di APBD untuk sektor kesehatan, jumlah puskesmas rawat inap, keberhasilan jamkesmasda, tingkat kematian ibu dan anak dan seterusnya….

29 Juni nanti, warga Kota Jambi memilih. Masihkah dokter akan kembali memimpin? Jika iya, dokter yang mana? Bila tidak, ada dua pasangan lainnya yang bukan dokter, yakni Sy Fasha-Abdullah Sani. Pasangan nomor urut 3 ini satunya kontraktor, satu lagi akademisi. Lalu ada Effendi Hatta-Asnawi AB yang bernomor urut 4. Kontraktor dan birokrat. Kita tunggu saja kejutan politik itu…

Baca Juga:

Wiranto, Effendi Hatta dan Asnawi AB

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s