Wiranto, Effendi Hatta dan Asnawi AB

Bila ada duet yang unik pada Pilwako Jambi kali ini, bagi saya itu adalah Effendi Hatta dan Asnawi AB. Pasangan nomor urut 4 yang kemudian diakronimkan menjadi Fena. Fantastic Four?!

Keunikan itu karena keduanya pernah bertarung di Pilwako Jambi 2008 silam. Bukankah Bambang Priyanto dan Sum Indra kali ini juga Pilwako kedua bagi mereka? Iya! Tapi, Bambang dan Sum menang kemudian di pemilihan kali ini memilih berpisah. Beda dengan Fena.

Pilwako 2008, Effendi Hatta diusung Demokrat mendampingi Sutrisno yang mantan Danrem Garuda Putih. Hasilnya? Sutrisno-Effendi Hatta yang ketika itu bernomor urut 4 beroleh suara paling bontot.

Lalu Asnawi? Ini adalah pemilukada ketiga baginya. Mantan Sekda Kota Jambi ini, setelah gagal di Pilwako Jambi 2008, tak patah arang. Ia ikut mencalonkan diri sebagai Bupati Muaro Jambi didampingi Idi Irwansyah. Apes! Asnawi-Idi yang pada Pemilukada Muaro Jambi 2011 diusung PAN hanya mampu mengumpulkan 7.429 suara atau 4,56 persen. Dengan capaian itu, keduanya berada pada urutan keempat dari enam pasang calon.

Maka, butuh keberanian lebih bagi Fena di pilwako kali ini. Siapa mau kembali gagal? Atau, siapa mau kembali jatuh di lubang yang sama? Bila gagal, tentu Asnawi akan mencetak hatrik. Hatrik politik, gagal di tiga pemilukada. Tapi, kemungkinan menang bagi keduanya tetap dan masih terbuka.

Kemudian apa pula hubungan Wiranto dengan Effendi Hatta dan Asnawi? Wiranto yang pendiri partai Hanura juga punya pengalaman dua kali  mengikuti pemilihan Presiden. Pertama, ia berduet dengan Sholahuddin Wahid atau Gus Solah di Pilpres 2004. Di Pilpres 2009 ia mendampingi Jusuf Kalla (JK). Dan, di dua pilpres itu Wiranto kalah!

“Kedekatan” Wiranto dan Fena itu membuhul pada Pilwako Jambi yang sudah di depan mata. Fena diusung oleh Partai Demokrat dan Hanura. Ya, cuma dua partai saja, tak lebih. Walau kecil secara bilangan parpol justru koalisi keduanya menghasilkan suara yang tidak sedikit.

Dua partai ini di DPRD Kota Jambi memiliki 14 kursi. Total jenderal suara sah pada pileg 2009 lalu yakni 61.170 suara.

Sebagai pembanding, Bambang Priyanto-Yeri Muthalib didukung PKS dan PKB yang mengapling 7 kursi di DPRD Kota Jambi. Total persentase dari perolehan kursi pemilu 2009 yakni 15,56%.

Pasangan Sum Indra-Maulana dimajukan oleh PAN, PBR, PKPB, PBB, dan PDK hanya memiliki 7 kursi di DPRD Kota Jambi. Total persentase perolehan suara sahnya 46.600 suara sah (20,08%).

Lalu Sy Fasha-Abdullah Sani didukung; Partai Golkar, PDIP, Gerindra, PPP, PDP, Partai Barnas, PIS dan PDS. Dengan total suara sah hasil pemilu 2009 sebanyak 71.538 (30,83%). Itu setara dengan 16 kursi di parlemen Kotabaru.

Perolehan kursi parpol di DPRD tak serta merta mencerminkan tingkat keterpilihan tiap pasangan di pemilukada. Menurut saya, representasi suara pemilih akan berkaitan dengan seberapa popular kandidat dan seberapa banyak kandidat memberi manfaat. Serta tak kalah penting, seberapa bersih kandidat di mata masyarakat.

Dus, Wiranto gagal di dua pemilu. Effendi Hatta gagal di pemilukada pertamanya. Asnawi setali tiga uang dengan Wiranto. Entah di Pilwako kali ini.Teringat saja sebuah hasil survei yang digelar lembaga lokal pada Pilwako Jambi 2008. Hasilnya begini; Zulkifli Somad-Agus Roni kuda hitam, Sutrisno-Effendi Hatta mengejar, Bambang-Sum unggul, Asnawi-Nuzul pantas. Lantas bila survei kembali digelar, apakah duet Fena akan beroleh predikat, pantas mengejar? Tergantung Anda 29 Juni nanti.

Baca juga:

Dokter (di) Pilwako Jambi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s