Kategori: catatan

KBBI dan Orang Adat yang Kecewa

Jangan kecewa kalau cuma 51 kosakata  dari Jambi yang masuk di KBBI edisi kelima. Itu artinya, hanya bertambah enam kosakata dari yang sudah ada di KBBI edisi keempat.

Tapi, bagaimana tidak kecewa. Para tokoh adat juga akademisi yang hadir di acara Diseminasi Program Pengayaan Kosakata yang digelar Kemendikbud dan Kantor Bahasa Jambi 18 Juli lalu jelas tampak kekecewaannya. Saya juga demikian.

Sampai-sampai, seorang undangan (saya lupa namanya), dari lembaga adat bertutur kira-kira begini, “Kami duduk dari tadi di sini dengan datuk, lah puluhan kato bahaso Jambi yang kami data.” (lebih…)

Iklan

Angso Duo dan Pertanyaan untuk Konfusius

pasar-angso-duoApa pertama kali yang harus dilakukan untuk membangun negara? Pertanyaan ini ditanyakan kepada Konfusius oleh muridnya, sekian abad lalu.

Kalau pertanyaan itu diubah jadi, apa pertama kali yang harus dilakukan untuk membangun the new (eh) Pasar Angso Duo? Apakah jawabannya akan sama?

Diwacanakan untuk direlokasi sejak periode kedua kepemimpinan Wali Kota Jambi Arifien Manap, hingga jelang pemindahan itu terwujud, masih saja ada masalah yang menyertainya. (lebih…)

Bercinta di Alam

8

 

Petualangan dimulai! Tiga tahun menjadi wartawan, selama itu pula aku meninggalkan hobi yang semasa kuliah rutin aku salurkan. Melakukan kegiatan out door di alam. Heking, traking menyusuri hutan, mendaki gunung.
Aku mulai jatuh cinta dengan dunia tersebut saat aku kuliah di Sumatera Barat. Dari sanalah persentuhanku dengan gunung. Mendaki Gunung Singgalang awalnya  dan langsung melanjutkan petualangan ke Gunung Marapi pada hari yang sama. Padahal kebiasaan di sana, pendakian dilakukan pada hari Sabtu. Di akhir pekan itulah pendaki gunung dari berbagai daerah di Sumatera Barat berdatangan. Mereka didominasi mahasiswa, terlebih yang berasal dari luar kampung si Malin.

 
Setelah pengalaman petualangan itu, aku kecanduan. Untuk beberapa lamanya aku menjadi PM. Begitu para pendaki gunung di Sumatera Barat menyebut para pendaki mingguan.
Bagiku gunung selalu saja bisa membangkitkan semangat. Ialah motivator bisu yang berbicara dengan keindahan dan keteguhannya. Keindahan yang ia janjikan, suburnya petak-petak tanah  untuk petani bercaping memberi pesan dalam pada siapa saja yang merenunginya. Gunung seolah berkata bahwa, yang kuat harus  mengayomi si lemah dan papa.Hijaunya mengajarkan bahwa tak ada yang mudah didapatkan di dunia ini melainkan dengan perjuangan. (lebih…)

Mereka Tertipu, Aku Dapat Berita (2)

Telepon genggamku berdering ketika aku membuka catatan liputan hari ini. Panggilan dari nomor tanpa nama.
Awalnya, akau tergolong malas mengangkat telepon dari nomor yang tak ada di phonebook. Tapi, akhirnya aku meniggalkan kebiasaan jelek itu. Profesi wartawan mengajariku, bahwa ketika ada panggilan masuk pasti di seberang sana sedang memiliki keperluan dengan kita.

“Rasakan saja bagaimana reaksimu kita menelpon narasumber untuk konfirmasi tapi tak direspon. Padahal kita kadang hanya butuh kata iya atau tidak. Makanya angkat teleponmu setiap ada panggilan.” Pesan Bowo redakturku bermain-main di pikiranku. (lebih…)

Mereka Tertipu, Aku Dapat Berita

    7

Orangtuanya memberi nama Nasir. Cuma satu kata. Tapi gelar yang disandangnya, panjang. Lengkapnya, DR Ir Nasir MM MSc. Ia memang orang yang pintar, bukan dukun. Ia dipercaya sebagai Kepala Bappeda di provinsi di kota ku.
Menilik namanya, aku yang tak paham bahasa Arab ini menduga bahwa nama itu berasal atau serapan dari bahasa Arab, nasr. Artinya pertolongan. Mudah-mudahan dugaanku tak salah. Haha…
Maklum saja aku mengartikan itu, lantaran Bang Nasir orang yang gemar menolong. Apa saja. Malah tanpa diminta aku acap mendapatinya ia menolong bawahannya. (lebih…)