Kategori: feature

Meriam Jepang di Pulau Berhala Coba Dicuri

Meriam peninggalan Nipon di Bukit Meriam, Pulau Berhala. foto:tribunjambi/aldino

WISATA ke Pulau Berhala bukan hanya wisata bahari. Tiga cagar budaya di bawah pengelolaan  Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jambi terdapat di sini. Butuh pengelolaan dan penanganan agar bisa jadi pembelajaran.
Kamis (13/10) sudah lewat tengah hari, beranjak menuju sore. Kepala Dusun Pulau Berhala, Kecamatan Sadu, Junaedi dari pendopo di depan rumahnya sesekali melayangkan pandangan ke laut.
Ada tamunya yang akan datang hari itu. Sekitar pukul 14.30 tamu yang dinanti, Mahendara dari BP3 Jambi tiba. Junaedi  dipercaya oleh BP3 Jambi sebagai juru pelihara cagar budaya yang terdapat di Pulau Berhala.
Ada tiga cagar budaya di sana, masing-masing makam Datuk Paduko Berhalo, dapur Jepang, dan meriam Jepang. Hari itu Mahendra melakukan peninjauan sekaligus membayar honor Junaedi sebagai juru pelihara cagar budaya. (lebih…)

Iklan

Di Gugusan Pulau Berhala Ada Pulau Berpenyu

pasir putih pulau berhala tribunjambi/aldino
pasir putih pulau berhala tribunjambi/aldino

Jauh‑jauh ke Pulau Berhala teramat sayang bila tak menginjakkan kaki di gugusan pulau yang ada di sana. Minimal, sempatkan diri mengelilingi pulau yang sudah resmi milik Pemprov Jambi tersebut.

BEGITU  tiba di Pulau Berhala, urungkan dulu melempar sauh. Ada baiknya  meminta nahkoda yang membawa Anda untuk berkeliling pulau.   Hanya perlu waktu sekira 30 menit mengitari Berhala menggunakan pompong dengan kecepatan sedang. Anggap saja itu sekaligus survei, sisi pantai mana yang nantinya akan Anda nikmati.

Tepian Pulau Berhala tak semuanya berpasir. Beberapa bagian tepinya merupakan bebatuan cadas yang besar, ada pula ditumbuhi vegetasi tanaman hutan. Setidaknya ada empat bagian di sana yang tepiannya berupa pasir putih.
Mengitari pulau seluas sekira 60 hektare itu, akan didapati sejumlah pulau tak kalah indahnya. Pulau Berhala tak berdiri sendiri. Ada gugusan pulau di sana. Setidaknya ada lima pulau yang luasnya lebih kecil berada di sekitar Berhala. Pulau‑pulau itulah yang layak Anda kunjungi pula. (lebih…)

Pulau Berhala dan Pedagang Penjelajah Laut

Anda yang membayangkan Pulau Berhala adalah pulau yang sepi, tak ada penjual makanan atau warung baiknya segera bekunjung ke sana. Buktikan, bahwa dugaan Anda meleset.

BERTERIMAKASIHLAH pada pedagang penjelajah laut. Mereka rela menghadapi ombak demi meraup rezeki di Pulau Berhala sembari memenuhi kebutuhan logistik pengunjungnya.

Mereka adalah pedagang dari luar Berhala. Umumnya mereka adalah warga Provinsi Jambi di sekitar pulau eksotik ini, dari Nipah Panjang dan Sadu. Bahkan dari Kota Jambi pun ada. Mereka datang memboyong dagangannya ke Berhala. (lebih…)

Pulau Berhala, Uji Nyali Perjalanan Tanpa Pengaman

Pulau Berhala

Wisata bahari di Pulau Berhala, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur boleh jadi luput dari perhatian pemkab setempat dan Pemprov Jambi. Tapi keterbatasan sarana transportasi, infrastrukur ternyata tak menyurutkan keinginan pengunjung ke sana.

SIAPA sangka jumlah pengunjung Pulau Berhala mencapai ribuan orang dalam sehari. Itu hanya terjadi saat Idulfitri tiba. Lebaran adalah peak season bagi pulau yang masih diincar oleh Pemprov Kepri itu.
Orang-orang berjejal di pantai dan jalan setapak di pulau itu. Sehingga pulau kecil itu sangat padat. (lebih…)

Madrasah Nurul Iman, Dulu dan Sekarang (2)

Alumninya dari Rektor hingga Mufti di Malaysia

DI TENGAH keterbatasan, Madrasah Nurul Iman terus bertahan. Dulu, di masa keemasannya, Nurul Iman pernah melahirkan alumni yang menjadi mufti di negri jiran Malaysia. Di Jambi, sejumlah rektor masuk dalam daftar alumninya.

Wallpaper bergambar jutaan umat Muslim sedang beribadah di Kakbah menghiasai ruang tamu kediaman Tarmizi Ibrahim. Ukurannya cukup besar, penuh menutupi salah satu dinding berukuran sekira 3×3 meter itu.

Di sisi dinding yang berhadapan dengan jendela terpajang sebuah spanduk putih 1×1 meter. Spanduk cetak itu berisi gambar-gambar wajah. Ada 40 foto wajah berwarna hitam-putih. “Itu di antaranya pendiri Nurul Iman. As’ad termasuk yang pernah mengajar di Nurul Iman,” tutur Tarmizi. (lebih…)

Madrasah Nurul Iman, Dulu dan Sekarang (1)

Dulu Santrinya Ribuan, Kini Ratusan

CUKUP beralasan bila daerah Seberang Kota Jambi bakal dijadikan kawasan wisata religi oleh pemerintah. Daerah di tepi Sungai Batanghari itu memiliki sejumlah pondok pesantren yang telah berdiri sejak lama. Satu di antaranya Madrasah atau Pondok Pesantren Nurul Iman.
Dua bangunan saling berhadapan. Kondisinya kontras sekali. Yang satu berkonstruksi kayu, sementara bangunan di depannya dari bata. Dua bangunan di Kelurahan Ulu Gedong, Kecamatan Danau Teluk, itu tak lain Madrasah Nurul Iman.

Matahari Jumat (4/9) belum tepat di atas kepala ketika mendapati sepi di bangunan berkonstruksi kayu bulian itu. Sekilas melihat, siapa pun yang melihat akan menyimpulkan bahwa bangunan itu sudah sangat uzur. “Ini masih asli seperti pertama dibangun,” kata Kepala Madrasah Nurul Iman Suhaili. Di bangunan itu tertulis bahwa bangunan berlantai dua itu dibangun pada 1915. (lebih…)

Dilematis Buka Status

Ini bukan soal status di dinding jejaring sosial Facebook. Buka status, begitu para pegiat Jaringan Orang Terinfeksi HIV Indonesia (JOTHI) mengistilahkan, yakni menerangkan kepada publik bahwa seseorang positif terinfeksi HIV/AIDS.

Publik di sini mulai orang terdekat seperti keluarga dan teman hingga orang lain termasuk tenaga medis. Nah, justru pada tenaga medis itulah mereka kerap menemui sandungan. Alih-alih mendapatkan pelayanan, justru mereka kerap terpinggirkan oleh profesi tersebut. (lebih…)