Kategori: Renungan

linduku

belum lama aku menghayal tentang hujan
tentang rintik gerimisnya
rindunya flora dan katak-katak
karena kemarau lama yang membersamai

baru kemarin aku merindukan hujan
akan dingin yang membawa kehangatan
meniti rintik gerimisnya
menderu di derasnya

dan tuhan, kau menjawab doa kami
hujan di penghujung malam
menjadi penghilang dahaga

tapi tuhan
tak hendak aku mengujatmu
sungguh…
hujan pagi ini membuka luka bertahun lalu

bersama rintiknya
gemuruh petirnya
selaksa duka menyapa

ini bukan tentang September ceria
tapi musim penghujan berawal duka
lindu mu hanya sesaat
tapi berbilang waktu kami merasa

bersama tulang yang patah
luka yang menganga
suami melepas isteri
anak melepas ayah
ibu melepas anak
dan teman, sanak
terkubur bersama reruntuhan bata

lindu, gempa atau apalah namanya
mengingatkan berlipat berapakah kiamat kelak

Iklan

Caesarean section, Ummi dan Rumaisha

Adalah suatu pilihan dan satu-satunya pilihan yang harus dijalani, menjelang penghujung malam, Minggu dini hari, 15 Juni setahun yang lalu. Tak ada kompromi atas sebuah tawaran yang bisa ditafsiri sebagai kalimat perintah. Dan, kububuhkan tanda tangan di beberapa lembar kertas, di pagi buta itu. Dengan air mata tentunya. Terlebih isteriku sebagai lakon utama dalam sebuah pertaruhan nyawa, hidup atau mati! (lebih…)

Ironi BLT

Pung Ut, Warga Miskin yang Tidak Tersentuh Program BLT

Tak Punya Penghasilan, Hidup Bersama Cucu Berusia 10 Tahun

Ai dan Saidin, sang cucuPung Ut (69) adalah potret buram negeri ini. Program pemerintah yang mengatasnamakan rakyat miskin, tak selalu tepat sasaran. Pung Ut adalah satu dari sekian banyak warga miskin di Kota Jambi yang tidak tersentuh bantuan langsung tunai (BLT) yang katanya diperuntukkan bagi warga miskin itu.

DEDDY RACHMAWAN, Pakuanbaru

Bedeng kayu tujuh pintu itu kondisinya cukup memprihatinkan. Atap sengnya berkarat dan bocor di sana-sini. Kayu-kayu, konstruksi bedeng di RT 02, Kelurahan Pakuanbaru, Kecamatan Jambi Selatan, itu pun tak kalah reot. (lebih…)

Menanti Lahirnya Buah Hati

Jika Dia menghendaki, tak lama lagi bertambah satu tanggung jawab besar di pundakku. Tanggung jawab pertama yang aku hadapi. Menjadi seorang ayah, seorang bapak. Sebelumnya, aku belum dizinkan untuk menjadi seorang ayah.

Dokter memperkirakan, 6 Juni mendatang isteriku bakal melahirkan. Ini adalah anak keduaku. Anak pertama kami, meninggal dunia. Isteriku keguguran. Perkiraan kami, ia meninggal genap disaat ruh ditiupkan kepadanya, 40 hari ketiga di dalam kandungan. Untuknya, kuberi nama dia Hamzah. Semoga, ini menjadi pahala bagi kami. Amiin. (lebih…)

Tangisan


TANGIS ABDURRAHMAN BIN AUF RA (Masuk Surga Dengan Merangkak)

Pada suatu hari, saat kota Madinah sunyi senyap, debu yang sangat tebal mulai mendekat dari berbagai penjuru kota hingga nyaris menutupi ufuk. Debu kekuning-kuningan itu mulai mendekati pintu-pintu kota Madinah. Orang-orang menyangka itu badai, tetapi setelah itu mereka tahu bahwa itu adalah kafilah dagang yang sangat besar. Jumlahnya 700 unta penuh muatan yang memadati jalanan Madinah. Orang-orang segera keluar untuk melihat pemandangan yang menakjubkan itu, dan mereka bergembira dengan apa yang dibawa oleh kafilah itu berupa kebaikan dan rizki. Ketika Ummul Mukminin Aisyah RHA mendengar suara gaduh kafilah, maka dia bertanya, “Apa yang sedang terjadi di Madinah?” Ada yang menjawab, “Ini kafilah milik Abdurrahman bin Auf RA yang baru datang dari Syam membawa barang dagangan miliknya.” Aisyah bertanya, “Kafilah membuat kegaduhan seperti ini?” Mereka menjawab, “Ya, wahai Ummul Mukminin, kafilah ini berjumlah 700 unta.” Ummul Mukminin menggeleng-gelengkan kepalanya, kemudian berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Aku bermimpi melihat Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak’.” (al-Kanz, no. 33500)

Renungkanlah, wahai orang-orang yang punya akal pikiran; Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak! (lebih…)

Hikmah, MUslim dan Wartawan

Ada sebuah hadist, kurang lebih begini bunyinya “Sesungguhnya hikmah itu adalah hak setiap muslim. Maka dimanapun kamu menemuinya, maka kamulah yang paling berhak atasnya”. –Maaf, saya tidak tahu bagaiamana sanadnya-. Tapi saya yakin itu hadist shahih. (lebih…)