Asus ZenFone Max M2 dan Pengakuan Gamers

P_20190131_143917Empat hari setelah saya mengikuti  gathering Asus Next Generation Gaming Roadshow 2019 di Kota Jambi, saya bertanya pada teman. Dia seorang gamers.

Saya melirik smartphone yang  ia gunakan. Saya ajukan tanya kepadanya, “Tahu gak, Asus ZenFone Max M2?”  Tentulah “ZB633KL” tak saya sebut. Jujur, tak hapal. Demikian pula dengan teman saya tadi. Kami berdua hanya ingat sampai Max M2. Tapi ia merespon positif.

“Yang untuk game itu ya? Wah bagus itu,” katanya mengakui. Ia memuji lantaran tahu gawai yang kini ia gunakan spesifikasinya ada di bawah Asus ZenFone Max M2 ZB633KL. Sepertinya ia berharap bisa memiliki smartphone yang baru dirilis akhir 2018 lalu. Nah, Asus menang banyak ini. Saya membatin sembari tersenyum. (lebih…)

Iklan

KBBI dan Orang Adat yang Kecewa

Jangan kecewa kalau cuma 51 kosakata  dari Jambi yang masuk di KBBI edisi kelima. Itu artinya, hanya bertambah enam kosakata dari yang sudah ada di KBBI edisi keempat.

Tapi, bagaimana tidak kecewa. Para tokoh adat juga akademisi yang hadir di acara Diseminasi Program Pengayaan Kosakata yang digelar Kemendikbud dan Kantor Bahasa Jambi 18 Juli lalu jelas tampak kekecewaannya. Saya juga demikian.

Sampai-sampai, seorang undangan (saya lupa namanya), dari lembaga adat bertutur kira-kira begini, “Kami duduk dari tadi di sini dengan datuk, lah puluhan kato bahaso Jambi yang kami data.” (lebih…)

Angso Duo dan Pertanyaan untuk Konfusius

pasar-angso-duoApa pertama kali yang harus dilakukan untuk membangun negara? Pertanyaan ini ditanyakan kepada Konfusius oleh muridnya, sekian abad lalu.

Kalau pertanyaan itu diubah jadi, apa pertama kali yang harus dilakukan untuk membangun the new (eh) Pasar Angso Duo? Apakah jawabannya akan sama?

Diwacanakan untuk direlokasi sejak periode kedua kepemimpinan Wali Kota Jambi Arifien Manap, hingga jelang pemindahan itu terwujud, masih saja ada masalah yang menyertainya. (lebih…)

Jokowi Pun Tiba di Jambi

Sempat terpikir untuk memberi tulisan ini dengan judul “Jokowi Kw”. Pilihan itu akhirnya urung. Pertimbangannya, khawatir saja ditafsiri negatif. Apalagi istilah Kw asosiasinya ke sesuatu yang berkualitas rendah, tak mutu. Malah, bagi komedian tunggal Mongol, Kw bermakna…. Ya gitu deh. Sementara serial tulisan ini, semata opini dalam memotret pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi tanpa memihak satu pasangan pun. Non partisan.

Akhirnya saya memilih “Jokowi Pun Tiba di Jambi” sebagai judulnya. Pertanyaanya, mengapa Jokowi? Ini Jambi bung. Bukan Surakarta, bukan pula Jakarta. Toh demam Jokowi akhirnya tak terelakkan.

Dan memang, bila ada fenomena menarik dalam sebuah pilkada itu adalah Joko Widodo alias Jokowi. Setelah memenangkan hati rakyat Solo, ia pun memikat warga Jakarta beragam kasta. (lebih…)

Wiranto, Effendi Hatta dan Asnawi AB

Bila ada duet yang unik pada Pilwako Jambi kali ini, bagi saya itu adalah Effendi Hatta dan Asnawi AB. Pasangan nomor urut 4 yang kemudian diakronimkan menjadi Fena. Fantastic Four?!

Keunikan itu karena keduanya pernah bertarung di Pilwako Jambi 2008 silam. Bukankah Bambang Priyanto dan Sum Indra kali ini juga Pilwako kedua bagi mereka? Iya! Tapi, Bambang dan Sum menang kemudian di pemilihan kali ini memilih berpisah. Beda dengan Fena. (lebih…)